pro1.id, BANJAR — Peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW kembali digelar di Musholla atau Langgar Darul Muthalib, RT 01 Desa Keliling Benteng Tengah, Kecamatan Martapura Barat, Kamis (10/9/2026). Kegiatan rutin tahunan tersebut dihadiri sekitar 250 masyarakat desa.
Peringatan Maulid Nabi yang dilaksanakan setiap tahun ini menjadi salah satu kegiatan keagamaan yang terus dijaga masyarakat Desa Keliling Benteng Tengah. Selain mengenang keteladanan Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarwarga.

Ceramah pada kegiatan tersebut disampaikan oleh Guru Rahmadi. Dalam tausiah, masyarakat diajak mengambil teladan dari kehidupan dan akhlak Nabi Muhammad SAW serta menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Pambakal Desa Keliling Benteng Tengah, Jaijuli, mengatakan kegiatan Maulid Nabi memiliki arti penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang agamis. Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai keagamaan di lingkungan masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat mendukung pembangunan masyarakat yang agamis dan selalu menerapkan nilai-nilai agama dalam kehidupan serta lingkungan masyarakat,” ujar Jaijuli.

Ia menyebut pelaksanaan Maulid Nabi secara rutin setiap tahun diharapkan dapat terus dipertahankan. Keberlanjutan kegiatan tersebut dinilai penting agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW tetap dikenalkan dan diterapkan oleh masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kami berharap kegiatan ini selalu dilaksanakan setiap tahunnya supaya memberikan contoh dan teladan kepada generasi muda,” katanya.
Menurut Jaijuli, kegiatan keagamaan bukan hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial masyarakat. Nilai-nilai agama yang disampaikan melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Antusiasme sekitar 250 warga yang hadir menunjukkan kegiatan Maulid Nabi tetap mendapat perhatian dari masyarakat Desa Keliling Benteng Tengah. Kebersamaan warga dalam kegiatan tersebut sekaligus memperkuat silaturahmi dan kehidupan keagamaan di lingkungan desa.
Jaijuli berharap tradisi positif tersebut dapat terus dilaksanakan pada tahun-tahun berikutnya. Dengan demikian, peringatan Maulid Nabi dapat terus menjadi momentum bagi masyarakat untuk memperkuat keimanan, menjaga kebersamaan dan memberikan keteladanan bagi generasi penerus.
















