pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru, melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja, resmi membuka pelatihan vokasi tahun 2025 sebagai bagian dari program peningkatan kualitas tenaga kerja. Acara berlangsung di aula dinas setempat dan diikuti oleh 113 peserta terpilih.

Program ini bertujuan memperkuat kapasitas sumber daya manusia di Banjarbaru agar mampu bersaing dalam pasar kerja yang kian kompetitif, seiring status Banjarbaru sebagai Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan.
Kepala Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja, Sartono, menyampaikan bahwa pelatihan ini didesain agar masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah perkembangan kota, melainkan turut aktif sebagai pelaku pembangunan.
“Banjarbaru sekarang jadi pusat pemerintahan provinsi, tentu masyarakatnya harus siap bersaing. Karena itu, kami siapkan pelatihan berbasis kompetensi agar mereka punya daya saing tinggi,” ungkapnya.
Dari sekitar 600 pendaftar, hanya 113 orang yang lolos seleksi dan terbagi dalam sembilan bidang pelatihan, antara lain: satuan pengamanan (security), tata rias, desain grafis komputer, operator alat berat, housekeeping, montir, tata boga, perawatan AC, dan teknik bubut.
Sartono berharap peserta yang telah terpilih dapat mengikuti pelatihan dengan serius, karena program ini sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah. Setelah menyelesaikan pelatihan, para peserta diharapkan memiliki kemampuan dan sertifikasi yang bisa digunakan untuk mencari pekerjaan atau bahkan membuka usaha sendiri.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kota Banjarbaru, Rahmah Khairita, dalam sambutannya saat membuka acara, menekankan pentingnya peningkatan keterampilan kerja di tengah persaingan yang semakin ketat.
“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan ijazah. Dunia kerja sekarang butuh tenaga terampil dengan etos kerja tinggi. Melalui pelatihan ini, kami harap lahir tenaga kerja yang siap pakai dan bahkan mampu menciptakan lapangan kerja sendiri,” ujarnya.
Salah satu peserta, Tedja, yang mengikuti pelatihan keamanan, menyambut baik program ini. Ia berharap pelatihan ini bisa menjadi batu loncatan menuju pekerjaan yang lebih stabil.
“Saya sebelumnya kerja lepas. Dengan ikut pelatihan ini, saya ingin punya sertifikat dan pengalaman agar bisa kerja tetap. Proses daftarnya juga gampang, lewat online,” katanya.









