pro1.id, MARTAPURA – Sebanyak 176 penyuluh pertanian di Kabupaten Banjar dipastikan akan beralih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Pusat pada Januari 2026 mendatang. Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2025, yang menegaskan pentingnya penguatan peran penyuluh dalam mendukung program swasembada pangan nasional.
Dengan perubahan status tersebut, para penyuluh yang sebelumnya berada di bawah naungan Pemerintah Kabupaten Banjar kini akan bergabung dalam struktur Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI). Langkah ini diharapkan dapat memperkuat sistem pendampingan bagi petani serta memperluas jangkauan layanan penyuluhan hingga ke pelosok daerah.
Saat ini, para penyuluh di Kabupaten Banjar mendampingi 270 desa dan kelurahan. Namun, karena keterbatasan tenaga, sebagian penyuluh masih harus menangani dua wilayah sekaligus.
Kepala Bidang Penyuluhan Dinas Pertanian Banjar, Retno Sri Muwarni, menyambut positif kebijakan tersebut. Ia menilai, perubahan status ini menjadi peluang untuk meningkatkan kualitas dan jumlah tenaga penyuluh di lapangan.
“Kami berharap, setelah menjadi ASN pusat, akan ada penambahan tenaga baru sehingga setiap desa memiliki penyuluh sendiri. Pendampingan langsung seperti ini akan berdampak besar terhadap peningkatan produksi dan ketahanan pangan,” ujar Retno, Senin (10/11/2025).
Ia menambahkan, meskipun berstatus ASN pusat, para penyuluh tetap akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Sinergi tersebut diperlukan untuk memastikan kegiatan pendampingan petani, penerapan teknologi pertanian, dan penguatan kelembagaan kelompok tani berjalan optimal.
“Kunci keberhasilan tetap pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah. Dengan kerja sama yang solid, sektor pertanian di Banjar akan semakin maju dan mandiri,” tambahnya.
Kementerian Pertanian menargetkan program pengalihan ini dapat mempercepat peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ketahanan pangan nasional, termasuk di Kabupaten Banjar yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan utama Kalimantan Selatan.









