pro1.id, BANJARBARU – Upaya Pemerintah Kabupaten Banjar dalam meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia kembali terlihat dengan digelarnya wisuda Sekolah Lansia Standar 2. Prosesi wisuda berlangsung hangat dan penuh makna di Hotel Roditha, Banjarbaru, Selasa (2/12/2025).

Sebanyak 20 peserta dari lima kecamatan resmi menyelesaikan pendidikan nonformal yang mereka jalani selama empat bulan. Mereka merupakan angkatan yang mengikuti program pemberdayaan lansia yang dikelola Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2AKB).
Kepala Dinsos P3AP2AKB Kabupaten Banjar, Erny Wahdini, menuturkan bahwa Sekolah Lansia dirancang sebagai ruang belajar yang memungkinkan warga berusia 60 tahun ke atas tetap aktif, produktif, dan percaya diri.
“Harapan kami, para lulusan ini dapat menjadi panutan bagi lansia lainnya bahwa usia bukan penghalang untuk tetap berkembang,” ujar Erny.
Ia menjelaskan bahwa jumlah lansia di Indonesia kini mendekati 10 persen populasi. Di Kabupaten Banjar sendiri, angka harapan hidup terus meningkat. Melihat kondisi ini, program pembelajaran bagi lansia menjadi semakin relevan.
Erny juga mengungkapkan bahwa Sekolah Lansia secara nasional mulai berjalan pada 2020, dan Kabupaten Banjar telah melaksanakannya selama tiga tahun dengan metode hybrid, yakni perpaduan kelas tatap muka dan daring.
Meski berada di bawah Bidang Keluarga Berencana, fokus program tidak hanya pada kelompok usia produktif. Melalui pendekatan siklus hidup, Pemerintah Kabupaten Banjar menempatkan lansia sebagai bagian penting dari pembangunan keluarga sejahtera.
Para peserta dipilih melalui proses pendampingan oleh penyuluh KB (PKB) di wilayah kecamatan dan desa. Mereka yang dinilai memiliki motivasi dan potensi kemudian diberikan sosialisasi sebelum memutuskan bergabung sebagai peserta.
Kepala Bidang KB, Hj. Salinah, berharap program ini dapat diperluas pada tahun-tahun mendatang dengan membuka lebih banyak kelas.
“Lansia Banjar harus menjadi sosok SMART: Sehat, Mandiri, Aktif, dan Bermartabat. Itu tujuan utama kami, agar mereka tetap berdaya dan memiliki peran di tengah masyarakat,” ungkap Salinah.









