3.000 Warga Padang Belum Bisa Pulang Akibat Banjir Bandang, BPBD Pastikan Relokasi Dilakukan

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 19:08 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(Foto : Infopublik)

(Foto : Infopublik)

pro1.id, PADANG – Sekitar 3.000 warga Kota Padang yang terdampak banjir bandang masih bertahan di lokasi pengungsian karena rumah mereka rusak berat, hilang terseret arus, atau tidak lagi layak huni. Sebagian warga juga belum bisa kembali akibat trauma, terutama mereka yang tinggal di bantaran sungai.

Kepala Pelaksana BPBD Padang, Hendri Zulviton, mengatakan bahwa jumlah pengungsi sebelumnya mencapai lebih dari 5.000 orang. Kini sekitar 3.000 orang masih bertahan karena kondisi tempat tinggal yang sudah tidak memungkinkan dihuni. “Banyak warga belum pulang karena rumah rusak, hilang, atau tidak layak huni. Ada juga yang trauma,” ujarnya.

Warga di Kawasan Rawan Akan Direlokasi

Hendri menegaskan bahwa warga yang tinggal di zona rawan tidak diperbolehkan kembali ke lokasi semula. BPBD tengah melakukan pendataan sebagai dasar penentuan lokasi hunian baru bagi warga yang terdampak permanen.

Ia menjelaskan, banjir di Padang biasanya berupa genangan yang cepat surut dalam beberapa jam. Namun banjir bandang pada akhir November ini menjadi salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir, menimbulkan kerusakan luas dan korban jiwa. Kondisi geografis dengan banyak aliran sungai besar dari arah Solok dan Pesisir Selatan memperbesar potensi banjir bandang, terutama saat curah hujan ekstrem.

Baca Juga :  UMKM Didorong Terapkan Strategi 3Go untuk Tingkatkan Daya Saing di Era Digital

Empat kecamatan dengan dampak terparah adalah Pauh, Nanggalo, Koto Tangah, dan Kuranji. Pos-pos pengungsian telah disiapkan di seluruh wilayah tersebut.

Penyaluran Logistik dan Pembersihan Berjalan Lancar

Penyaluran bantuan logistik dilaporkan berjalan tanpa hambatan. Posko Utama terus memantau kebutuhan pengungsi, mulai dari beras hingga perlengkapan harian. Sementara itu, pembersihan material lumpur masih berlangsung, melibatkan BPBD, dinas terkait, TNI, dan Polri menggunakan alat berat, mobil pemadam, dan mobil penyemprot air.

Pendataan Digital Jadi Dasar Kebijakan Relokasi

Pendataan kerusakan dan kebutuhan warga dilakukan secara digital melalui aplikasi Jitu Pasna, sesuai standar Peraturan Kepala BNPB Nomor 5 Tahun 2017. “Data dikumpulkan RT, RW, lurah, dan camat, lalu dimasukkan secara digital sesuai format BNPB,” jelas Hendri.

Baca Juga :  Seorang Warga Diduga Jatuh dari Perahu di Sungai Desa Balimau, Tim Gabungan Terus Lakukan Pencarian

Hasil pendataan ini akan menjadi dasar penyusunan rencana pemulihan jangka panjang, termasuk keputusan relokasi.

Masa Tanggap Darurat Berakhir 8 Desember

Masa tanggap darurat di Padang berlangsung hingga 8 Desember 2025. Setelah itu pemerintah akan masuk ke tahap pascabencana. Saat ini, opsi relokasi sedang dibahas, termasuk penyediaan lahan dan jumlah warga yang perlu dipindahkan. Rapat khusus terkait relokasi direncanakan dalam waktu dekat.

Sebagai langkah awal, pemerintah menyiapkan Rusunawa sebagai lokasi penampungan sementara sebelum warga dipindahkan ke hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap).

Perkuat Mitigasi dan Harapan Pemulihan

Hendri menegaskan bahwa kejadian ini menjadi pengingat penting bagi Kota Padang untuk memperkuat mitigasi bencana ke depan. Ia berharap seluruh pihak dapat bekerja bersama mempercepat proses pemulihan. “Harapan kami, Kota Padang bisa pulih seperti sediakala. Pemerintah pusat, provinsi, kota, dan semua pihak bergerak bersama. Semoga kita tetap tegar, tangguh, dan waspada,” tutupnya. (Sumber : Infopublik)

Berita Terkait

Warung Makan Cobek Ireng Banjarbaru Terbakar, Api Diduga Berasal dari Bagian Dapur
Kebakaran di Desa Pekauman Martapura Timur, Sembilan Rumah Terdampak dan Empat Warga Jadi Korban
Pria Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Barbershop Banjarbaru, Polisi Lakukan Penyelidikan
Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan
Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok
Kerangka Manusia Tanpa Kepala Ditemukan di Pantai Maradapan Kotabaru
Kebakaran Hebat Landa Desa Muara Adang, Puluhan Rumah Dilaporkan Hangus
Kunjungan Wapres ke Kaltim dan IKN Ditunda, Peninjauan Istana Wapres Tunggu Jadwal Baru
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:13 WITA

Warung Makan Cobek Ireng Banjarbaru Terbakar, Api Diduga Berasal dari Bagian Dapur

Selasa, 10 Maret 2026 - 20:06 WITA

Kebakaran di Desa Pekauman Martapura Timur, Sembilan Rumah Terdampak dan Empat Warga Jadi Korban

Kamis, 5 Maret 2026 - 14:58 WITA

Pria Ditemukan Tewas Tanpa Busana di Barbershop Banjarbaru, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:26 WITA

Konflik Timur Tengah Memanas, Menhub Imbau Maskapai Tingkatkan Kewaspadaan

Selasa, 3 Maret 2026 - 12:09 WITA

Impor Energi Tidak Bertambah, Pemerintah Hanya Alihkan Negara Pemasok

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA