pro1.id, TANAH GROGOT – Forum Musyawarah Daerah (Musda) II Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Paser menetapkan pola kepemimpinan kolektif melalui sistem presidium. Keputusan tersebut diambil dalam Musda yang digelar di Tanah Grogot, Sabtu (13/12/2025), dan diikuti alumni HMI dari berbagai profesi.

Musda yang berlangsung di Aula Rimbawan KPHP Kandilo itu menjadi ruang pertemuan dan konsolidasi alumni HMI untuk merumuskan arah organisasi lima tahun ke depan. Dinamika diskusi berjalan intens namun tetap dalam suasana kekeluargaan.
Salah satu agenda utama Musda adalah penentuan sistem kepemimpinan. Peserta forum mempertimbangkan dua alternatif, yakni model tunggal dan kolektif. Setelah melalui pembahasan panjang, forum sepakat menerapkan sistem presidium yang dinilai mampu merepresentasikan beragam latar belakang dan peran strategis alumni di Kabupaten Paser.
Lima nama kemudian ditetapkan sebagai presidium MD KAHMI Paser periode 2025–2030. Mereka adalah Drs. Azhar Bahrudin, M.AP yang dipercaya sebagai koordinator presidium, dr. Mansyah, HM, Sp.OG., MARS dari unsur kesehatan, Fitriansyah Mubarak dari sektor badan usaha daerah, Ahmad Zuamri dari unsur politik, serta Jufri Kadir yang aktif di lembaga pengelolaan zakat.
Azhar Bahrudin kembali mengemban peran koordinator presidium, setelah sebelumnya memimpin organisasi pada periode sebelumnya. Musda II tersebut secara resmi dibuka oleh Koordinator Majelis Wilayah KAHMI Kalimantan Timur, Dr. Murjani Zuhri.
Dalam penyampaiannya, Azhar mengaku sempat berkeinginan untuk tidak lagi berada di posisi pimpinan dan ingin memberikan kesempatan kepada kader lain. Namun, keputusan forum membuatnya kembali menerima amanah tersebut.
“Sejak awal saya sudah menyampaikan keinginan memberi ruang kepada kader lain. Tapi forum kembali memberikan kepercayaan, dan itu menunjukkan kader KAHMI di Paser sangat kaya dan beragam,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa nilai dasar HMI menjadi alasan utama dirinya kembali bersedia memimpin. Prinsip tidak menolak amanah dan menyelesaikan tugas yang diberikan, kata dia, harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
Pada periode mendatang, Azhar menyatakan fokus organisasi akan diarahkan pada pembinaan santri dan penguatan proses kaderisasi, seiring dengan peran KAHMI sebagai mitra strategis masyarakat dan daerah. Ia juga menilai konsolidasi internal yang dilakukan pada periode sebelumnya telah memperkuat eksistensi organisasi.
“Musda ini menjadi bukti bahwa proses konsolidasi berjalan dan kader hadir dengan semangat kebersamaan,” katanya.
MD KAHMI Paser juga menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi aktivitas kaderisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di berbagai perguruan tinggi di wilayah Paser. Azhar menjelaskan bahwa masa jabatan kepengurusan sebelumnya sebenarnya telah berakhir pada 2022, namun pelaksanaan Musda baru dapat dilakukan setelah situasi pandemi Covid-19 mereda.
“Semoga Musda ini menjadi titik temu dan perekat kebersamaan, agar KAHMI Paser ke depan semakin solid dan demokratis,” ucapnya.
Selain agenda sidang, Musda II juga dirangkaikan dengan kegiatan jalan santai yang melibatkan keluarga besar KAHMI Paser. Rute dimulai dari kawasan Bina Islam dan melintasi sejumlah ruas jalan utama sebelum kembali ke titik awal.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian hadiah doorprize, dengan satu unit televisi sebagai hadiah utama. Ketua Panitia Musda II, Ahmad, menyampaikan bahwa konsep kegiatan sengaja dibuat santai agar semangat kebersamaan tetap terjaga.
“Kami ingin Musda tidak hanya serius dalam forum, tetapi juga menghadirkan suasana kebersamaan yang menyenangkan,” ujarnya.









