pro1.id, MARTAPURA – Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan menghadirkan inovasi layanan bertajuk “Jembatan Hati Warga Binaan dan Keluarga” sebagai bagian dari upaya menuju predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2026.



Program ini menjadi sarana mempertemukan warga binaan dengan keluarga mereka yang selama ini terpisah karena berbagai kendala, seperti jarak, keterbatasan ekonomi, hingga hubungan keluarga yang sempat terputus.
Melalui program tersebut, pihak lapas tidak hanya mempertemukan warga binaan dengan keluarganya, tetapi juga membantu proses fasilitasi mulai dari penelusuran keberadaan keluarga, penjemputan, hingga mengantar kembali keluarga ke tempat tinggal mereka.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Yugo Indra Wicaksi, mengatakan inovasi ini merupakan bagian dari pendekatan pemasyarakatan yang lebih humanis.


Menurutnya, pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada pembinaan di dalam lembaga, tetapi juga pada upaya memulihkan hubungan sosial warga binaan dengan keluarga.

“Program ini kami hadirkan untuk mempertemukan kembali warga binaan dengan keluarganya. Tidak hanya sekadar bertemu secara fisik, tetapi juga untuk memperbaiki hubungan yang sempat terputus,” ujarnya.


Dalam pelaksanaannya, pihak lapas juga menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, di antaranya Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Pemerintah Kabupaten Banjar, serta Pengadilan Negeri Kabupaten Banjar.
Sinergi lintas instansi ini dinilai penting untuk mempermudah proses pencarian data keluarga hingga mendukung kelancaran pelaksanaan program.
Perwakilan Dinas Sosial Kabupaten Banjar, Rohana, menyampaikan apresiasi terhadap inovasi yang dilakukan pihak lapas.
“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari Lapas Karang Intan yang telah bekerja sama dengan kami dalam menelusuri data keluarga warga binaan sehingga mereka bisa kembali dipertemukan,” ujarnya.
Pada pelaksanaan perdana program ini, suasana haru terlihat ketika seorang warga binaan akhirnya dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah lama tidak bertemu.
Salah satu anggota keluarga warga binaan, Ryan Afryan, mengaku tidak menyangka bisa kembali bertemu dengan keluarganya melalui program tersebut.
“Saya sangat bersyukur bisa dipertemukan kembali dengan keluarga. Terima kasih kepada pihak lapas yang telah membantu mempertemukan kami,” katanya.
Melalui inovasi Jembatan Hati, Lapas Narkotika Karang Intan berharap dapat menghadirkan pelayanan pemasyarakatan yang lebih humanis sekaligus membantu memulihkan hubungan keluarga warga binaan sebagai bagian dari proses pembinaan menuju kehidupan yang lebih baik.










