pro1.id, TANAH GROGOT – Peristiwa nahas menimpa seorang bocah bernama Arman (8), siswa kelas 2 sekolah dasar di Desa Muara Toyu, Kabupaten Paser. Ia dilaporkan terseret arus sungai saat berada di titian tepi sungai bersama ibunya, usai beraktivitas di ladang.
Berdasarkan keterangan sang ibu, kejadian bermula saat korban hendak menyegarkan diri di tepi sungai. Namun, Arman diduga terpeleset di batang titian dan langsung jatuh ke sungai dengan arus yang saat itu cukup deras.
“Anak saya terpeleset, lalu langsung terbawa arus. Airnya deras sekali,” ujar ibu korban dengan suara penuh kepanikan.
Melihat kondisi tersebut, sang ibu spontan berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun derasnya aliran sungai membuat korban dengan cepat terseret menjauh dari lokasi kejadian.
Diketahui, Sungai Muara Toyu merupakan aliran yang terhubung hingga ke hulu wilayah Desa Kepala Telake dan bermuara ke sejumlah aliran lain seperti Sungai Munggu hingga Sungai Telake. Karakteristik sungai ini cenderung berubah-ubah, tergantung debit air dari wilayah hulu.
Saat musim hujan, volume air meningkat signifikan dan arus menjadi lebih kuat, sehingga berisiko tinggi bagi warga yang beraktivitas di sekitar bantaran sungai.
Mendapat laporan tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser langsung bergerak menuju lokasi sejak Minggu malam. Tim dipimpin oleh Ruslan dan harus menempuh perjalanan lebih dari tiga jam dari Tanah Grogot.
Proses pencarian melibatkan tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Puskesmas Longkali, Palang Merah Indonesia, serta aparat TNI-Polri dari Polsek dan Koramil Longkali. Sejumlah relawan, termasuk dari komunitas komunikasi radio, juga turut membantu pencarian.
Dua unit perahu karet dikerahkan untuk menyisir aliran sungai, sementara tim lain melakukan pemantauan di sejumlah titik yang diduga menjadi jalur hanyut korban.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Paser, Muhammad Lukman, bersama BPBD terus berkoordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat guna mempercepat proses pencarian.
Sementara itu, ibu korban tampak terpukul atas kejadian tersebut. Ia berharap anaknya dapat segera ditemukan.
“Saya hanya ingin anak saya cepat ditemukan, bagaimana pun keadaannya,” ucapnya lirih.
Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan dengan menyisir aliran sungai dan area sekitar lokasi kejadian.
(Sumber : Kandilo.com)









