Kabupaten Banjar Pionir di Kalsel Bentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana

- Penulis

Senin, 22 September 2025 - 15:06 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id – Kabupaten Banjar resmi menjadi daerah pertama di Kalimantan Selatan yang membentuk Forum Pengurangan Risiko Bencana (FK-PRB) di tingkat kabupaten/kota. Forum ini lahir dari rapat koordinasi yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar di Hotel Roditha Banjarbaru, Senin (22/9/2025).

 

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto, menyebutkan pembentukan forum ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemerintah pusat. Momentum tahun ini dinilai tepat lantaran dukungan anggaran telah tersedia.

Baca Juga :  Resmi Pimpin Polres Banjar, Boni Fokus Tuntaskan PR dan Penanganan Karhutla

 

“Forum ini adalah amanat pusat, dan kebetulan sekarang sudah ada alokasi anggaran sehingga bisa langsung kita realisasikan,” ungkap Yayan.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan FK-PRB akan menjadi ruang bersama bagi seluruh pemangku kepentingan, mulai Forkopimda, TNI-Polri, organisasi masyarakat, hingga relawan kebencanaan. Pihaknya juga berharap kepemimpinan forum dipegang tokoh yang berpengalaman serta memiliki kepedulian tinggi terhadap isu bencana.

 

Rencananya, forum tersebut akan dikukuhkan langsung oleh Bupati Banjar. Dengan langkah ini, Banjar tercatat sebagai kabupaten pertama di Kalsel yang memiliki FK-PRB, menyusul forum serupa di tingkat provinsi.

Baca Juga :  Masjid Bani Al Ahdal Martapura Terima Bantuan Sapi Kurban Presiden RI Berbobot Hampir 1 Ton

 

Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Mada Taruna, menilai kehadiran forum ini krusial untuk memperkuat koordinasi lintas sektor sekaligus melibatkan media dalam edukasi kebencanaan.

 

“Melalui forum ini, sinergi antar-lembaga akan lebih solid sehingga risiko bencana dapat ditekan. Apalagi wilayah Banjar cukup luas, tentu membutuhkan peran kolektif dalam penanggulangan bencana,” jelasnya.

Berita Terkait

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren
Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan
50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan
Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis
BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat
Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:44 WITA

PCNU Kabupaten Banjar Gelar Hari Santri Tingkat Provinsi, Diikuti 55 Pondok Pesantren

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:51 WITA

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 12:19 WITA

50 Pelaku Usaha Ikuti Sosialisasi OSS-RBA, Distan Banjar Fasilitasi Kendala Perizinan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:35 WITA

Posbindu Lansia hingga Posyandu Remaja di Tunggul Irang Ilir Berikan Layanan Kesehatan Gratis

Kamis, 22 Oktober 2026 - 06:28 WITA

BLT Tahap 10 Desa Tunggul Irang Ilir Disalurkan kepada Enam Penerima Manfaat

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pemdes Rampah Matangkan Perubahan APBDes 2026 Lewat Evaluasi Kecamatan

Kamis, 22 Okt 2026 - 12:51 WITA