PKM Prodi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM Edukasi Pembudidaya Keramba Manfaatkan Prakiraan Cuaca BMKG

- Penulis

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:30 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan (SEP), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Mali-Mali, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Jumat (19/5/2026).

Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Dosen Wajib Mengabdi (PDWM) ini mengangkat tema pemanfaatan aplikasi prakiraan cuaca milik Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kematian ikan pada budidaya keramba.

Tim PKM terdiri atas lima dosen Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM, yaitu Leila Ariyani Sofia, Tri Dekayanti, M. Adnan Zain, Mailita, dan Bahruddin Yusuf. Sasaran kegiatan adalah para pembudidaya ikan keramba yang selama ini kerap mengalami kerugian akibat kematian ikan secara mendadak saat terjadi perubahan cuaca ekstrem maupun musim kemarau berkepanjangan.

Salah satu tim pengabdi menjelaskan, tema tersebut dipilih karena Desa Mali-Mali merupakan salah satu wilayah yang cukup sering mengalami kematian ikan secara mendadak akibat perubahan kondisi cuaca.

“Daerah Mali-Mali cukup sering mengalami kematian ikan secara mendadak karena perubahan cuaca yang berlangsung sangat cepat, seperti hujan tiba-tiba maupun berkurangnya debit air saat musim kemarau panjang. Melalui kemampuan membaca informasi prakiraan cuaca BMKG, kami berharap pembudidaya dapat melakukan antisipasi lebih awal, misalnya mempercepat panen sehingga kerugian dapat ditekan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 7 Meter, MDC FPIK ULM Gaungkan Nasionalisme dan Konservasi Laut di Marabatuan

Dalam kegiatan tersebut, peserta diberikan pelatihan mengenai cara memanfaatkan aplikasi BMKG, mulai dari membaca prakiraan cuaca harian, informasi curah hujan, intensitas hujan, hingga memanfaatkan rekaman kondisi cuaca beberapa tahun sebelumnya sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan strategi budidaya ikan.

Menurutnya, kemampuan membaca informasi cuaca menjadi salah satu bekal penting bagi pembudidaya karena kondisi cuaca berpengaruh langsung terhadap kualitas air yang menjadi media hidup ikan.

“Informasi prakiraan cuaca sangat penting untuk menentukan waktu yang tepat menebar benih maupun memanen ikan sehingga hasil budidaya menjadi lebih optimal. Dengan mengetahui rekaman cuaca beberapa tahun sebelumnya dan prakiraan cuaca ke depan, pembudidaya dapat melakukan langkah antisipasi sedini mungkin,” jelasnya.

Ia menilai materi yang diberikan dalam PKM tersebut sangat relevan dengan kondisi yang belakangan terjadi, yakni kematian ikan massal akibat menurunnya debit air sungai selama musim kemarau.

“Ketika curah hujan rendah dan debit air sungai berkurang, potensi kematian ikan secara mendadak menjadi sangat tinggi. Karena itu, informasi cuaca menjadi salah satu acuan penting dalam kegiatan budidaya ikan keramba,” katanya.

Baca Juga :  Kelompok 4 Mahasiswa Program KKNT-LH ULM Kenalkan Eco Cycle, Dorong Warga Desa Sumber Baru Kelola Sampah Organik dengan Biopori

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perubahan cuaca bukan satu-satunya penyebab kematian ikan. Banyak faktor lain yang memengaruhi kualitas air, namun pada kegiatan PKM kali ini tim pengabdi memfokuskan pembahasan pada faktor cuaca yang dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui teknologi.

“Banyak faktor yang memengaruhi angka kematian ikan, salah satunya perubahan kualitas air secara tiba-tiba. Dalam kegiatan ini kami menyampaikan bagaimana perubahan cuaca menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kualitas air tersebut,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa rekomendasi yang diberikan sangat mudah diterapkan karena tidak membutuhkan biaya tambahan.

“Kami menyarankan pembudidaya memanfaatkan teknologi yang sudah tersedia, salah satunya aplikasi prakiraan cuaca BMKG. Teknologi ini dapat diakses secara gratis oleh seluruh masyarakat sehingga sangat cocok digunakan sebagai pendukung kegiatan budidaya ikan keramba,” pungkasnya.

Melalui kegiatan PKM ini, Program Studi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM berharap para pembudidaya ikan di Desa Mali-Mali semakin rutin memanfaatkan informasi prakiraan cuaca BMKG sebagai bagian dari mitigasi risiko, sehingga usaha budidaya keramba menjadi lebih produktif dan mampu meminimalkan kerugian akibat perubahan cuaca.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA