pro1.id, MARTAPURA — Wakil Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, H Sunardi memberikan apresiasi atas pendirian dapur umum di Desa Simpang Empat dan Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, sebagai bentuk bantuan nyata bagi warga terdampak banjir.


Sunardi mengungkapkan, meskipun banjir di wilayah tersebut tidak setinggi beberapa daerah lain, genangan air yang masuk ke rumah warga tetap menimbulkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari.
“Banjir di Kertak Hanyar memang tidak terlalu parah, tetapi ada rumah atau penduduk lama yang terendam sampai dalam rumah. Kondisi itu membuat warga kesulitan memasak, sehingga dapur umum menjadi sangat penting,” ujar Sunardi, Minggu (4/01/2026).

Ia menjelaskan, dapur umum ini didirikan untuk memastikan kebutuhan makan warga tetap terpenuhi, terutama bagi keluarga yang rumahnya terdampak banjir. Operasional dapur dimulai sejak Sabtu dan akan berlanjut selama air belum surut.
Selain memberikan apresiasi, Sunardi juga turut turun langsung ke lokasi terdampak. Anggota DPRD Banjar tersebut membantu koordinasi pendistribusian makanan dan menyerahkan bantuan sembako kepada keluarga terdampak, seperti beras, mi instan, telur, sarden dan air kemasan.
“Walaupun masa tanggap darurat mendekati akhir, selama genangan masih masuk ke rumah, dapur umum tetap beroperasi. Kami juga pastikan bantuan sembako sampai ke tangan warga yang membutuhkan,” tegasnya.

Sunardi menekankan, prioritas utama penyaluran bantuan adalah keluarga yang airnya sudah masuk ke rumah, karena aktivitas mereka paling terganggu. Ia berharap kondisi cuaca membaik sehingga genangan air cepat surut dan warga bisa kembali menjalani kegiatan normal.
“Harapannya, air cepat surut, cuaca stabil, dan masyarakat bisa kembali beraktivitas tanpa hambatan. Semoga bantuan ini sedikit meringankan beban warga yang terdampak,” tutup Sunardi.

@proone.id Wakil Komisi I DPRD Kabupaten Banjar, H Sunardi memberikan apresiasi atas pendirian dapur umum di Desa Simpang Empat dan Desa Kertak Hanyar II, Kecamatan Kertak Hanyar, sebagai bentuk bantuan nyata bagi warga terdampak banjir. Sunardi mengungkapkan, meskipun banjir di wilayah tersebut tidak setinggi beberapa daerah lain, genangan air yang masuk ke rumah warga tetap menimbulkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari. “Banjir di Kertak Hanyar memang tidak terlalu parah, tetapi ada rumah atau penduduk lama yang terendam sampai dalam rumah. Kondisi itu membuat warga kesulitan memasak, sehingga dapur umum menjadi sangat penting,” ujar Sunardi, Minggu (4/01/2026). Selanjutnya: www.Proone.id BANJIR DAPURUMUM KERTAKHANYAR DPRDBANJAR SEMBAKO









