pro1.id, MARTAPURA – Curah hujan tinggi yang mengguyur Kabupaten Banjar sejak Jumat dini hari mengakibatkan banjir di beberapa wilayah. Salah satu dampak paling signifikan adalah rusaknya Jembatan Danau Tamiang yang menjadi penghubung antara Desa Mandikapau Barat 1 dan Mandikapau Barat 2, Kecamatan Karang Intan.
Jembatan sepanjang kurang lebih 200 meter tersebut dilaporkan mengalami kerusakan parah hingga terputus pada Jumat pagi sekitar pukul 06.00 WITA. Debit air yang meningkat tajam akibat hujan deras diduga menjadi penyebab utama terputusnya akses antar desa tersebut.
Meski sempat mengganggu mobilitas warga, kondisi di sekitar lokasi kini mulai membaik. Masyarakat masih dapat beraktivitas dengan memanfaatkan jalur alternatif berupa jembatan lain yang berada tidak jauh dari titik kerusakan.
Salah satu warga Mandikapau Barat, Kholis, menyampaikan bahwa kegiatan warga telah kembali berjalan normal sejak siang hari.
“Sekarang aktivitas sudah lancar kembali. Masih ada jembatan lain yang bisa dilewati dan jaraknya cukup dekat,” ujarnya pada Sabtu (27/12/2025).
Ia menambahkan, banjir tidak menimbulkan dampak serius terhadap pemukiman warga. Tidak ada laporan korban jiwa, meskipun beberapa rumah dan warung di kawasan wisata sempat dikosongkan sebagai langkah pencegahan saat hujan lebat terjadi pada malam sebelumnya.
“Tidak ada korban. Warga di lokasi rawan sempat dievakuasi sementara, tapi situasi sekarang sudah aman,” jelasnya.
Kholis juga memastikan bahwa jalur utama yang biasa digunakan para jemaah menuju Martapura untuk menghadiri peringatan 5 Rajab Haul Abah Guru Sekumpul masih dapat dilewati dengan aman.
“Untuk akses jemaah 5 Rajab masih aman dan bisa dilalui,” katanya.
Sementara itu, hingga laporan ini disusun, Bupati Banjar bersama jajaran terkait masih melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi lain yang terdampak bencana, termasuk area longsor di Kecamatan Aranio yang dipicu hujan deras pada malam sebelumnya.









