pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar melalui BPBD menggelar kegiatan sosialisasi Program Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Tahun Anggaran 2025, bertempat di Aula Kecamatan Martapura pada Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta dari unsur kecamatan dan desa, yang dibagi dalam dua angkatan pelatihan.
Pelaksana Tugas Kepala BPBD Kabupaten Banjar, Yayan Daryanto, secara resmi membuka acara sekaligus menegaskan pentingnya membangun kesiapsiagaan sejak dari tingkat bawah.
“Program ini adalah langkah awal dalam membentuk sistem siaga bencana berbasis komunitas. Kami ingin desa dan kecamatan tidak hanya jadi penerima bantuan, tetapi menjadi pelaku utama dalam penanggulangan bencana,” ujarnya.
Menurutnya, KENCANA tidak hanya menyasar aspek teknis penanganan, tetapi juga berupaya membangun kesadaran dan kepemimpinan lokal dalam merespons potensi bencana.
“Kami berharap perangkat desa dan kecamatan mampu mengedukasi warganya sendiri, memetakan risiko, dan menyusun rencana aksi. Ini bukan lagi soal siapa yang datang menolong, tapi seberapa siap kita sebelum bencana datang,” lanjut Yayan.
Program KENCANA merupakan bagian dari strategi jangka panjang BPBD Banjar dalam memperkuat kapasitas kelembagaan di wilayah rawan bencana. Dalam pelatihan ini, peserta mendapatkan materi mulai dari komunikasi risiko, kajian kerentanan, pertolongan pertama, hingga praktik simulasi di lapangan.
Kegiatan ini juga mendukung visi pembangunan daerah yang terangkum dalam konsep Banjar MANIS (Maju, Mandiri, Agamis, dan Sejahtera).
“Banjar yang tangguh dimulai dari kecamatan yang siaga. Gerakan KENCANA adalah pondasi menuju masyarakat yang mandiri dalam penanganan risiko,” tegas Yayan.
Tim teknis BPBD yang hadir juga memberikan simulasi langsung serta menyampaikan pentingnya koordinasi antara pemerintah, tokoh masyarakat, dan relawan desa dalam mempercepat respons saat terjadi bencana.









