pro1.id, MARTAPURA – Jalan Martapura Lama di Desa Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, masih menjadi lokasi rawan bagi pengendara akibat genangan air yang bertahan hampir dua bulan pasca banjir. Hingga Selasa (20/01/2026), sebagian badan jalan masih tertutup air, meski hujan telah mereda beberapa hari terakhir.

Menurut warga setempat, Ijal, kondisi ini bukan hal baru. Jalan yang lebih rendah dibanding lingkungan sekitar membuat air sulit surut, sehingga genangan sering terjadi setiap musim hujan.
“Dua bulan terakhir jalan ini tergenang. Baru beberapa hari belakangan air agak surut, tapi belum kering sepenuhnya,” kata Ijal.
Warga telah menyampaikan keluhan kepada pihak desa agar dilakukan peninggian badan jalan, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan. Selain itu, genangan menutupi banyak lubang di jalan, meningkatkan risiko kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, warga secara swadaya memasang barikade dan penanda sederhana di titik-titik rawan.
“Kalau tidak ada tanda, pengendara bisa jatuh karena lubangnya banyak tapi tertutup air,” tambah Ijal.
Meski jalan rusak dan sebagian tergenang, lalu lintas tetap ramai. Banyak pengendara memilih menembus genangan dengan hati-hati daripada mengambil jalur alternatif yang lebih jauh.
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan, termasuk peninggian badan jalan, agar genangan tidak terus menjadi masalah musiman dan keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.









