pro1.id, BANJARBARU – Inspektorat Kota Banjarbaru menyelenggarakan Ekspose Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) 2026 berbasis risiko, yang berlangsung di Ballroom Hotel Aeris, Selasa (16/12/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat fungsi pengawasan internal dan mewujudkan tata kelola pemerintahan yang akuntabel serta transparan.

Selain pemaparan rencana pengawasan, acara juga dirangkai dengan penandatanganan dan penyerahan Piagam Pengawasan Internal oleh Plt Inspektorat Banjarbaru, Rahmat Taufik, kepada Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni.
Sirajoni menekankan pentingnya keselarasan persepsi antara Inspektorat dan perangkat daerah terkait mekanisme pengawasan, terutama dalam pengelolaan keuangan dan pelaksanaan kegiatan SKPD.
“Melalui ekspose ini, kami berharap seluruh perangkat daerah memahami arah dan fokus pengawasan ke depan, khususnya terkait pengelolaan keuangan dan kegiatan strategis lainnya,” ujarnya.
Ia menilai, pola pengawasan yang diterapkan selama ini sudah berjalan cukup baik, baik secara bulanan maupun semesteran. Namun, Sirajoni mengingatkan perlunya pembaruan informasi regulasi, terutama terkait keuangan daerah, agar bisa segera disosialisasikan ke SKPD dan meminimalkan kesalahan dalam pelaksanaan kegiatan.
Plt Inspektorat Banjarbaru, Rahmat Taufik, menambahkan bahwa ekspose ini merupakan tahapan penting dalam siklus pengawasan. Kegiatan ini bertujuan untuk menyampaikan rencana pengawasan 2026 secara terbuka, sehingga pimpinan SKPD dapat memahami arah pengawasan dan menyesuaikan pelaksanaan kegiatan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Ekspose ini bukan evaluasi, melainkan penyampaian rencana program kerja pengawasan kami. Dengan demikian, perangkat daerah bisa menyesuaikan kegiatan sesuai arahan dan regulasi yang berlaku,” jelas Rahmat.
Ia menegaskan, PKPT 2026 disusun dengan pendekatan berbasis risiko, artinya pengawasan akan difokuskan pada kegiatan atau sektor yang memiliki risiko tinggi, sehingga lebih efektif dan tepat sasaran.
“Dengan pendekatan berbasis risiko, pengawasan diarahkan pada hal-hal strategis yang berpotensi menimbulkan risiko tinggi. Seluruh sasaran dan target telah kami masukkan dalam program kerja selama satu tahun penuh,” tutupnya.









