Kasus Dugaan Keracunan di Delapan Sekolah Martapura Ditetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa, Program MBG Tetap Dilanjutkan dengan Evaluasi Ketat

- Penulis

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 22:24 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar memastikan kasus dugaan keracunan makanan yang dialami sejumlah siswa penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Martapura tergolong sebagai kejadian luar biasa (KLB) setelah terkonfirmasi melibatkan delapan sekolah di wilayah tersebut.

Sekretaris Satgas Program Percepatan MBG Kabupaten Banjar, Sipliansyah Hartani, menyampaikan bahwa penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan penyebab utama peristiwa tersebut.

“Data yang kami miliki saat ini masih bersifat sementara. Kami belum dapat menyimpulkan penyebab pasti sebelum hasil laboratorium diterima dari lembaga yang berwenang,” ujarnya, Sabtu (11/10/2025).

Delapan sekolah yang tercatat terdampak meliputi MI Assalam, MTs Assalam, SMA Assalam, SD Muhammadiyah, MTs Muhammadiyah, SDN Tungkaran, SDN 1 Pesayangan, dan SMAN 1 Martapura.

Struktur Pengelolaan dan Operasional Dapur MBG

Dapur penyedia menu MBG yang menjadi sumber makanan bagi sekolah-sekolah tersebut berlokasi di SPPG Tungkaran. Menurut Sipliansyah, operasional dapur dijalankan oleh tiga tenaga tetap yang terdiri dari Kepala SPPG, seorang ahli gizi, dan seorang akuntan, dibantu oleh 47 relawan yang bekerja dalam dua shift setiap hari.

“Semua petugas menjalankan tugas sesuai peran masing-masing, mulai dari pengolahan bahan, pendistribusian, hingga pencatatan administrasi. Kami terus menelusuri seluruh tahapan kerja untuk memastikan tidak ada kelalaian dalam prosesnya,” terangnya.

Program MBG Tetap Berjalan dengan Pengetatan Prosedur

Meski insiden ini dikategorikan sebagai KLB, pemerintah daerah memutuskan untuk tetap melanjutkan program MBG. Namun, pelaksanaan selanjutnya akan disertai evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan, kebersihan, serta keamanan pangan.

“Program tidak dihentikan. Yang dilakukan adalah perbaikan sistem agar lebih ketat dan akurat, mulai dari pengadaan bahan baku hingga pengiriman makanan ke sekolah-sekolah,” kata Sipliansyah.

Ia menambahkan bahwa hasil pengujian laboratorium dari Dinas Kesehatan, BPOM, dan lembaga pengawasan pangan lainnya akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait status dapur SPPG Tungkaran.

“Kalau hasilnya menunjukkan adanya pelanggaran serius, dapur bisa saja dihentikan sementara untuk dilakukan pembenahan total. Semua keputusan akan diambil berdasarkan hasil ilmiah, bukan asumsi,” tegasnya.

Fokus pada Keamanan dan Keberlanjutan

Satgas MBG menegaskan bahwa langkah utama pemerintah adalah memastikan keamanan konsumsi bagi pelajar tanpa menghambat keberlanjutan program yang menjadi salah satu prioritas pembangunan sumber daya manusia di Banjar.

“Kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi semua pihak. Program MBG tetap berlanjut, tetapi dengan pengawasan dan standar yang jauh lebih ketat,” tutup Sipliansyah.

Baca Juga :  Korban Bertambah, Kecamatan Aluh-Aluh Bentuk Tim Gabungan Atasi Serangan Monyet Liar

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA