pro1.id, TENGGARONG – Kebakaran besar melanda kawasan permukiman warga di Kelurahan Melayu, Gang 1 RT 33, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Selasa (6/10/2026) sekitar pukul 17.00 WITA.
Musibah tersebut membuat warga panik. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke sejumlah bangunan, terutama karena sebagian rumah warga diketahui menggunakan material berbahan kayu. Kondisi kemarau kering ditambah hembusan angin turut mempercepat penyebaran api.
Informasi yang dihimpun menyebutkan sedikitnya 50 rumah warga terbakar. Sejumlah laporan media bahkan menyebut jumlah bangunan yang terdampak telah lebih dari 50 unit. Hingga pagi setelah kejadian, tercatat sebanyak 47 kepala keluarga (KK) menjadi korban terdampak kebakaran.
Kabid Humas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol Tedy Sopandi membenarkan adanya peristiwa kebakaran besar tersebut. Namun, ia menyebut laporan secara rinci masih dipersiapkan oleh jajaran Polres Kutai Kartanegara.
“Benar terjadi kebakaran besar di Tenggarong, dugaan sementara korslet listrik dan bakal diteliti terlebih dukungan ihwal dugaan tersebut,” kata Tedy saat dikonfirmasi.
Mengenai penanganan terhadap warga yang terdampak, Tedy menyebut pihaknya masih menunggu laporan lebih lengkap. Sementara itu, kebutuhan penanganan pascakebakaran diperkirakan mencakup tempat penampungan sementara hingga dapur umum bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Besarnya kobaran api membuat proses pemadaman berlangsung cukup berat. Selain kondisi cuaca yang kering, angin dan material bangunan yang mudah terbakar menyebabkan api dengan cepat berpindah dari satu bangunan ke bangunan lainnya.
Tim pemadam kebakaran bersama warga kemudian melakukan upaya pemadaman secara maksimal. Setelah api berhasil dikendalikan, petugas tetap melakukan pemantauan hingga malam dan berlanjut sampai pagi untuk memastikan tidak ada lagi bara maupun percikan api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Dalam laporan terkait korban, empat orang disebut menjadi saksi, yakni Idris, Maptuca, Roby Sanjaya dan Rudy Susanto. Keempatnya berada pada rentang usia 30 hingga 45 tahun.
Kebakaran di Kelurahan Melayu ini menjadi salah satu kejadian kebakaran besar yang terjadi di Kalimantan Timur sepanjang 2026. Peristiwa tersebut kembali menunjukkan tingginya risiko kebakaran permukiman saat kondisi kering, terlebih di kawasan dengan bangunan yang didominasi material mudah terbakar.















