pro1.id, MARTAPURA – Pekerjaan revitalisasi Penerangan Jalan Umum (PJU) di sepanjang Jalan Ahmad Yani, mulai KM 35,5 hingga KM 41, telah diselesaikan sepenuhnya. Program ini menjadi salah satu dukungan Pemerintah Kabupaten Banjar dalam menyambut meningkatnya aktivitas masyarakat pada momen 5 Rajab.
Kepala Bidang Kawasan Permukiman DPRKPLH Banjar, Ali Ilyas, menjelaskan bahwa perbaikan PJU di jalur tersebut memang mendesak untuk dilakukan mengingat banyak tiang dan lampu yang sudah tidak layak, terutama di kawasan perbatasan kota. Sejumlah tiang disebut sudah keropos, sementara intensitas cahaya lampu sebelumnya kurang memadai.
“Alhamdulillah revitalisasi ini sudah selesai 100 persen. Kontrak berakhir pada 3 Desember, dan seluruh pekerjaan telah diperiksa serta dinyatakan selesai melalui PHO,” ujar Ali, Rabu (10/12/2025).
Ia menambahkan bahwa pembayaran kepada pihak ketiga segera diproses. Proyek ini mencakup 94 titik lampu berornamen ganda dan 4 titik berornamen tunggal, sehingga total mencapai 192 titik dengan 188 bohlam yang terpasang. Lampu yang digunakan memiliki daya 90 watt dengan lumen 155, sehingga mampu memberikan pencahayaan optimal di sepanjang ruas Ahmad Yani.
Revitalisasi tersebut menelan anggaran sekitar Rp3,2 hingga Rp3,3 miliar dan dikerjakan melalui mekanisme e-katalog. Selain pekerjaan revitalisasi, sejak beberapa waktu terakhir DPRKPLH juga telah melakukan pemeliharaan PJU di jalur Ahmad Yani mulai KM 17 hingga KM 46. Meskipun masih memakai tiang lama, sebagian besar lampu telah kembali berfungsi.
“Alhamdulillah mayoritas sudah menyala lagi. Namun karena anggaran terbatas, tiang-tiang lama masih kita pakai. Di Martapura sudah menggunakan tiang galvanis oktagonal, sedangkan beberapa wilayah lainnya masih memakai tiang lama dengan jaringan bawah tanah,” jelas Ali.
Untuk ruas Pal 6 sampai Pal 10, PJU masih menggunakan sistem solar cell. Namun, banyak lampu tidak berfungsi maksimal akibat masalah baterai, sehingga per tiang hanya satu lampu yang dapat dinyalakan. Ke depan, pemerintah berencana mengganti solar cell tersebut menjadi lampu konvensional.
“Solar cell biasanya mulai bermasalah setelah dua tahun, terutama baterainya. Karena itu kami rencanakan beralih ke jaringan listrik biasa,” tambahnya.
Ali berharap dukungan anggaran dapat ditingkatkan agar pekerjaan revitalisasi tidak hanya berhenti di wilayah KM 35,5–41, tetapi juga bisa diteruskan hingga KM 17 sampai Pal 6.
“Kami berharap anggaran ke depan lebih besar sehingga ruas lainnya juga bisa direvitalisasi. Dukungan semua pihak, terutama dari para anggota Dewan, sangat kami butuhkan,” tutupnya.









