pro1.id, MARTAPURA — Ketua Umum Dewan Pimpinan Wilayah Indonesia Adventure Travel & Trade Association (IATTA) Kalimantan Selatan, Bandi Chairullah memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan penanaman seribu pohon yang dilakukan oleh MAPALA Piranha Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Lambung Mangkurat (FPIK ULM).
Bandi mengatakan, aksi tanam pohon tersebut bukan sekadar kegiatan simbolis, melainkan bentuk nyata kepedulian mahasiswa pencinta alam terhadap kelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem.
“Kegiatan ini sangat baik. Bukan hanya simbol, tetapi aksi nyata dalam menjaga lingkungan. Mahasiswa pencinta alam turut berperan langsung menjaga ekosistem yang berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan tersebut sejalan dengan konsep responsible adventure atau petualangan yang bertanggung jawab, yakni mengintegrasikan upaya konservasi lingkungan dengan potensi ekonomi berbasis sumber daya alam.
Bandi menjelaskan, penanaman seribu pohon kopi yang dilakukan MAPALA Piranha FPIK ULM memiliki dampak jangka panjang, tidak hanya dari sisi lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan.
“Dengan ditanamnya seribu pohon kopi ini, ke depan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat. Selain itu, kawasan tersebut juga dapat dijadikan lahan laboratorium binaan masyarakat dengan tujuan khusus, termasuk pengembangan wisata edukasi,” jelasnya.
Ia berharap program serupa dapat dilanjutkan dan dikembangkan di desa-desa lain. Menurutnya, aksi MAPALA Piranha dapat menjadi contoh atau role model bagi organisasi pencinta alam lainnya di Kalimantan Selatan.
“Saya berharap ini menjadi role model bagi kawan-kawan pencinta alam dalam pembinaan masyarakat, sehingga terbangun sinergi antara perguruan tinggi, pemberdayaan masyarakat, dan pertumbuhan ekonomi lokal, tanpa mengabaikan kelestarian ekosistem,” katanya.

Bandi yang juga sebagai senior MAPALA Piranha berpesan agar mahasiswa pencinta alam terus menjaga komitmen terhadap pelestarian lingkungan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
“Saya berpesan agar tetap menjaga kelestarian lingkungan dengan membangun sinergi dan kolaborasi bersama perguruan tinggi, pihak swasta, masyarakat, serta media. Saya bersyukur kegiatan ini mendapat dukungan dari Rektor ULM dan Dekan Fakultas, sehingga bisa menjadi contoh bagi pencinta alam di Kalimantan Selatan dan Indonesia,” pungkasnya.









