pro1.id, BANJARBARU – Di tengah upaya pemerintah meningkatkan gizi anak-anak sekolah, Kodim 1006/Banjar mengambil peran strategis dalam menjaga mutu dan kelancaran pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.

Komandan Kodim, Letkol Inf Bambang Prasetyo Prabujaya, menyampaikan bahwa keterlibatan TNI dalam program ini bukan sekadar formalitas. Melainkan bentuk nyata dukungan terhadap arahan pusat agar program MBG bisa menyentuh sasaran secara efektif, aman, dan berkualitas.
“Pengawasan kami bukan hanya di atas kertas. Di lapangan, Babinsa kami turun setiap hari untuk memastikan semua dapur program berjalan sesuai standar,” ujar Bambang.
Tugas pengawasan tersebut mencakup berbagai aspek: mulai dari kebersihan dapur, kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga pengecekan sampel makanan yang disajikan. Langkah ini diambil guna mencegah risiko kesehatan, termasuk potensi keracunan yang bisa merusak kepercayaan publik terhadap program.
Hasilnya sejauh ini cukup menggembirakan. “Sampai hari ini, belum ada laporan kasus keracunan makanan di Banjar maupun Banjarbaru. Itu jadi indikator bahwa sistem pengawasan kita berjalan efektif,” imbuhnya.
Namun, Bambang tidak menampik bahwa masih ada dapur MBG yang belum bisa beroperasi penuh. Kendala teknis pembangunan serta keputusan internal beberapa yayasan penyelenggara menjadi hambatan yang tengah dikoordinasikan.
“Kami terus menjalin komunikasi intensif dengan Badan Gizi Nasional dan semua pihak terkait. Harapannya, dapur yang tertunda bisa segera aktif dan memberi manfaat maksimal,” tutupnya.
Dengan pengawasan berlapis dan keterlibatan lintas sektor, program MBG diharapkan bisa menjadi langkah konkret dalam memutus rantai masalah gizi di kalangan pelajar, dari TK hingga SMA









