pro1.id, MARTAPURA – Menjelang peringatan momen 5 Rajab, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar memastikan ketersediaan pangan, khususnya komoditas beras, berada dalam kondisi aman dan cukupuntuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Kepastian tersebut disampaikan Kepala DKPP Banjar, Sipliansyah Hartani, saat ditemui awak media di ruang kerjanya, Senin (17/11/2025).
“Insya Allah ketersediaan pangan kita cukup. Produksi padi tahun 2024 kemarin mengalami peningkatan, dan total produksinya melebihi kebutuhan konsumsi masyarakat Kabupaten Banjar,” ujarnya.
Data Dinas Pertanian dan Badan Pusat Statistik menunjukkan bahwa Kabupaten Banjar masih memiliki cadangan pangan sekitar 28.000 ton, yang diperkirakan mencukupi hingga Juli 2026. Jumlah tersebut bahkan belum termasuk hasil produksi tahun 2025 yang baru akan direkap pada tahun berikutnya.
Dari sisi harga, Sipliansyah menjelaskan bahwa hingga kini belum terjadi kenaikan yang berarti. Meski memasuki musim tanam dan permintaan beras meningkat, ketersediaan stok yang cukup membuat harga tetap stabil.
“Ada sedikit kenaikan karena permintaan banyak, tetapi tidak signifikan. Insya Allah sampai akhir tahun masih aman dan tercukupi,” katanya.
Sebagai langkah antisipasi, DKPP Banjar juga telah menyiapkan skema mitigasi jika sewaktu-waktu terjadi lonjakan harga yang cukup tinggi. Salah satunya melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
“Kalau nanti ada kenaikan yang cukup signifikan, kita akan melaksanakan gerakan pangan murah untuk membantu masyarakat. Kita juga akan mengeluarkan beras bersubsidi dan meminta Bulog menyalurkan beras SPHP,” jelasnya.
Dengan stok yang memadai dan upaya mitigasi yang telah disiapkan, DKPP Banjar memastikan kebutuhan pangan masyarakat, termasuk menjelang momen 5 Rajab, tetap terjamin dan terkendali.









