pro1.id, BANJARBARU – Suasana penuh semangat mewarnai atrium Qmall Banjarbaru pada Sabtu pagi (4/10/2025) dalam pembukaan Turnamen Karate Yusfi Cup VI, yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK). Acara ini dibuka dengan atraksi bela diri memukau, termasuk demonstrasi senjata tradisional dan duel antar tiga karateka yang menyita perhatian pengunjung.

Turnamen ini menjadi ajang tahunan yang diikuti oleh ratusan peserta dari tujuh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan, di antaranya Tanah Bumbu, Pelaihari, Banjarmasin, Banjarbaru, Kabupaten Banjar, Tapin, dan Hulu Sungai Selatan.
Ketua pelaksana, Rizky Hermawan, menyampaikan bahwa jumlah peserta yang mencapai 360 orang menjadi cerminan dari tingginya semangat dan antusiasme terhadap pembinaan olahraga karate di daerah.
“Turnamen ini bukan hanya ajang mencari juara, tapi juga menjadi sarana membangun karakter, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai pantang menyerah,” ucap Rizky dalam sambutannya.
Sementara itu, Lisa, selaku Sekretaris Kormi Kalimantan Selatan yang mewakili Ketua Kormi Provinsi, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan acara ini. Ia menekankan bahwa Yusfi Cup memiliki peran strategis dalam menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat di kalangan atlet muda.
“Kami mengapresiasi kerja keras panitia dan semua pihak yang terlibat. Turnamen ini bukan hanya soal persaingan, tapi juga ajang memperkuat tali silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai sportivitas,” tutur Lisa.
Antusiasme tidak hanya datang dari peserta, tetapi juga dari masyarakat yang hadir langsung menyaksikan pertandingan. Adam, seorang pelajar asal Banjarbaru, mengaku kagum melihat aksi para karateka.
“Seru banget, apalagi pas pertarungan tiga orang tadi. Saya jadi makin tertarik dengan karate,” ujar Adam.
Turnamen yang digagas oleh Sayyid Muhammad Yusfiansyah Al Azmatkhan, selaku Ketua YPOK Kalsel, telah memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan. Ia menyatakan harapannya agar ajang ini bisa berkembang menjadi turnamen berskala nasional bahkan internasional.
“Alhamdulillah tahun ini jumlah peserta meningkat, yang menunjukkan bahwa gairah karate di Kalsel semakin tinggi. Ke depan, kami ingin Yusfi Cup menjadi wadah pembinaan yang lebih luas,” katanya.
Pertandingan berlangsung selama dua hari, mencakup kategori kata (rangkaian gerakan tangan kosong dan bersenjata) serta kumite (pertarungan). Senjata yang digunakan antara lain trisula, samurai, sabit, nunchaku, dan toya.
Yusfi juga menyinggung keberhasilan tim YPOK Kalsel yang baru-baru ini menyabet gelar juara umum di Fornas VIII NTB, dengan koleksi 5 emas, 7 perak, dan 4 perunggu.
Menariknya, turnamen ini juga membuka kesempatan bagi peserta usia dini. Salah satunya, Azka Aldric Dhaifullah, siswa kelas 5 SD, yang berhasil meraih medali emas di kategori kata pra-pemula. Dengan wajah sumringah, ia mengaku senang bisa meraih prestasi setelah lima tahun menekuni karate.
“Senang bisa juara. Kalau ada lomba lagi, saya mau ikut lagi supaya dapat emas lagi,” ucapnya.
Yusfi Cup VI menjadi bukti bahwa karate di Kalimantan Selatan tidak hanya berkembang sebagai olahraga kompetitif, tapi juga sebagai sarana pembentukan karakter generasi muda – menanamkan disiplin, sportivitas, dan semangat juang sejak dini.









