pro1,Kabupaten Banjar– Kemunculan ikan yang mirip spesies lohan di kawasan Waduk Riam Kanan menjadi sorotan sejumlah pemancing dan nelayan. Kehadiran ikan ini dianggap mengganggu aktivitas memancing karena cenderung memakan umpan dengan mudah, sekaligus dinilai tidak memiliki nilai konsumsi yang baik.

Salah satu pemancing asal Kabupaten Banjar, Teny Ariana Singkek, mengaku cukup sering mendapatkan ikan tersebut saat memancing. Menurutnya, ikan ini lebih mudah memakan umpan umum dibandingkan ikan target seperti nila.
“Sering saya dapat kalau mancing, harus pakai umpan khusus atau lumut baru dapat nila yang saya pengen. Kalau pakai cacing, pasti ikan itu yang makan pancing saya,” ujarnya, Kamis (20/11/2025).
Teny menambahkan, dirinya pernah mencoba mengolah dan mengonsumsi ikan tersebut. Namun, pengalaman itu membuatnya enggan mengulanginya.
“Pernah saya coba masak dan makan, tapi rasa dagingnya tidak enak dan bau amisnya cukup kuat, tidak hilang. Jadi tidak pernah lagi saya masak. Kalau dapat ikan itu, saya buang,” jelasnya.
Menanggapi fenomena ini, Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar menyatakan telah menyiapkan langkah mitigasi terkait potensi penyebaran ikan non-lokal di Waduk Riam Kanan.
Plt Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKPP Kabupaten Banjar, Bandi Chairullah, mengatakan beberapa langkah akan dijalankan dalam waktu dekat.
“Kami melakukan pemantauan rutin populasi ikan, penangkapan selektif untuk identifikasi spesies yang diduga menyerupai lohan, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat dan kelompok pembudidaya,” ungkapnya, Senin (10/11/2025).
Bandi menjelaskan bahwa DKPP juga menjalin kolaborasi lintas pihak.
“Kami bekerja sama dengan akademisi ULM dalam proses identifikasi morfologi dan DNA ikan, serta bersama pemerintah provinsi dalam pemantauan. Langkah mitigasi ini dilakukan agar ekosistem Waduk Riam Kanan tetap terjaga dan tidak terganggu oleh spesies non-lokal,” tutupnya.
Fenomena ini menjadi peringatan bagi masyarakat dan pembudidaya untuk tetap waspada terhadap penyebaran spesies ikan non-lokal yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem perairan lokal.









