pro1.id, BANJARBARU – Puncak Pemilihan Nanang Galuh Kebudayaan Kalimantan Selatan 2025 yang berlangsung di Lapangan Dr. Murdjani pada Minggu (7/12/2025) dini hari menetapkan Muhammad Ariq Qobus dan Nur Kemala Hayati sebagai pasangan terbaik tahun ini. Keduanya terpilih setelah bersaing dengan 46 finalis dan melalui proses karantina sejak 3 Desember.

Bagi Ariq Qobus, yang sebelumnya memegang gelar Nanang Intan Kabupaten Banjar 2025, penobatan ini menjadi langkah baru dalam perjalanan pengabdiannya di bidang budaya. Ia menyatakan kesiapan untuk memperkuat kerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalsel.
“Saya ingin berkontribusi dalam program pengembangan budaya dan pendidikan, terutama yang mendorong kualitas generasi muda serta pendidikan bernuansa religius,” ujarnya.
Sementara itu, Nur Kemala Hayati dari Banjarmasin, atau yang akrab dipanggil Galuh Aya, membawa gagasan kreatif untuk mendekatkan budaya kepada kalangan muda melalui media digital. Ia telah menyiapkan berbagai konsep konten seperti Aya Bakisah, Banjar Kini, hingga materi sejarah dengan tampilan visual yang menarik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa budaya bisa disajikan dengan cara yang menyenangkan. Lewat konten digital, generasi muda bisa lebih tertarik dan merasa budaya kita tetap relevan,” katanya.

Acara tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan. Gubernur Muhidin melalui Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Adi Santoso, menuturkan bahwa kompetisi ini bukan sekadar pemilihan duta wisata, tetapi wadah pembentukan figur muda yang dapat menjadi wajah budaya Banua.
Ia menekankan bahwa Nanang Galuh memiliki peran penting sebagai representasi identitas daerah dan agen promosi budaya serta pariwisata Kalsel.
“Pemilihan tahun ini menjadi ruang pembinaan bagi putra-putri daerah. Harapannya, mereka yang terpilih mampu memikul amanah sebagai duta budaya dan memberi kontribusi nyata dalam mempromosikan kekayaan Banua,” tutur Adi.
Dengan terpilihnya Ariq dan Kemala, pemerintah daerah menaruh harapan besar agar keduanya mampu menjadi sosok inspiratif bagi generasi muda dan membawa nilai-nilai budaya Kalimantan Selatan semakin dikenal di kancah regional hingga internasional.









