pro1.id, BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru bekerja sama dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia menggelar kegiatan penguatan peran perpustakaan di lingkungan sekolah, madrasah, dan perguruan tinggi. Acara ini berlangsung pada Kamis (2/10/2025) di Aula Gawi Sabarataan dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan di bidang literasi dan pendidikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kontribusi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan literasi masyarakat, sejalan dengan semangat membangun budaya baca di Banjarbaru.
Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Banjarbaru, Selamat Riyadi, menyampaikan bahwa peningkatan literasi merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Banjarbaru sebagai kota yang elok, maju, adil, dan sejahtera.
“Kami ingin meningkatkan daya baca masyarakat, karena literasi yang kuat menjadi pondasi kota cerdas. Kehadiran perpustakaan yang merata, baik di sekolah maupun perguruan tinggi, sangat mendukung tujuan tersebut,” jelasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran perpustakaan dalam membentuk masyarakat yang bijak, tidak hanya dalam berinteraksi sosial tetapi juga dalam menggunakan media digital.
Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Nasional, Adin Bondar, menegaskan bahwa literasi memiliki dampak besar dalam mendukung pembangunan bangsa.
“Tidak ada negara maju tanpa masyarakat yang memiliki budaya baca tinggi. Literasi mencakup kemampuan berpikir kritis, menganalisis, dan mencipta – bukan sekadar membaca dan menulis,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa keterampilan berpikir tingkat tinggi sangat diperlukan di era informasi saat ini. Kemampuan memahami, menyaring, dan memanfaatkan informasi secara cerdas menjadi kunci untuk mencetak individu yang inovatif dan berdaya saing.
Adin juga menekankan peran penting keluarga dalam membentuk kebiasaan literasi sejak dini.
“Budaya literasi dimulai dari rumah. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan keluarga yang gemar membaca cenderung lebih siap menghadapi tantangan zaman,” pungkasnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi momentum memperkuat jaringan perpustakaan di Banjarbaru dan mendorong kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekosistem literasi yang inklusif dan berkelanjutan.









