pro1.id, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital melaporkan perkembangan pemulihan jaringan telekomunikasi di tiga provinsi terdampak bencana, yakni Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Hingga 2 Desember 2025, tercatat 3.380 Base Transceiver Station (BTS) terdampak di 63 kabupaten/kota.
Dari total tersebut, 2.998 BTS mengalami gangguan pasokan listrik, 381 BTS terganggu akibat masalah transmisi, dan satu BTS mengalami kerusakan menara. Data tersebut disampaikan dalam laporan resmi Kondisi Infrastruktur Terdampak Bencana yang dirilis di Jakarta.
Aceh Paling Parah, 70,59 Persen BTS Tidak Beroperasi
Aceh menjadi wilayah yang terdampak paling besar dengan 2.410 BTS tidak berfungsi dari total 3.414 BTS, atau setara 70,59 persen. Gangguan mencakup 2.078 BTS akibat padamnya listrik dan 332 BTS karena masalah transmisi. Jumlah ini meningkat 441 BTS dibandingkan hari sebelumnya.
Beberapa daerah dengan dampak paling signifikan di Aceh meliputi:
-
Aceh Tengah (100 persen)
-
Gayo Lues (100 persen)
-
Nagan Raya (100 persen)
-
Bener Meriah (94,87 persen)
-
Aceh Tamiang (89,33 persen)
Sumut dan Sumbar Fokus Percepat Pemulihan
Di Sumatra Utara, sebanyak 777 BTS terdampak atau 8,08 persen dari total BTS di wilayah tersebut, terdiri dari 761 BTS akibat gangguan daya dan 16 BTS akibat gangguan transmisi. Jumlah BTS yang tidak berfungsi bertambah 96 unit pada 2 Desember.
Sementara itu, Provinsi Sumatra Barat mencatat 193 BTS terdampak (5,16 persen), dengan rincian 159 BTS mengalami power failure, 33 BTS terganggu transmisi, dan satu BTS mengalami kerusakan menara.
Pemulihan Bertahap Sejak 26 November
Kemkomdigi menegaskan bahwa upaya pemulihan telah dilakukan sejak 26 November 2025. Sejumlah BTS di tiga provinsi mulai kembali aktif secara bertahap. Perkembangan penanganan menunjukkan dinamika sebagai berikut:
-
29 November 2025: 707 BTS berhasil dipulihkan.
-
1 Desember 2025: Jumlah BTS terdampak kembali naik 455 unit akibat cuaca ekstrem dan kerusakan jaringan.
-
2 Desember 2025: Total BTS terdampak mencapai 3.380 unit, namun proses pemulihan terus berjalan.
Akses Terhambat dan Pemulihan Daya Jadi Tantangan
Pemulihan dilakukan bersama operator seluler, pemerintah daerah, dan penyedia infrastruktur. Tantangan terbesar meliputi akses menuju lokasi terdampak, perbaikan jaringan listrik, serta penanganan kerusakan fisik pada transmisi.
Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital memastikan bahwa pemulihan diprioritaskan pada kawasan strategis bencana seperti posko darurat, rumah sakit, titik pengungsian, dan jalur evakuasi. Penggunaan mobile BTS juga disiapkan untuk menjaga kelancaran komunikasi di wilayah yang terdampak parah.
Kemkomdigi menegaskan komitmennya mempercepat pemulihan infrastruktur digital, termasuk memperkuat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait untuk mendukung operasi SAR dan layanan publik lainnya.(Sumber : Infopublik)









