pro1.id, BANJARBARU – Guna memperkuat budaya literasi di tingkat akar rumput, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) mengumumkan penyaluran 1.000 buku berkualitas ke 34 desa, kelurahan, dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Kota Banjarbaru. Program ini diluncurkan dalam kegiatan yang digelar di Aula Gawi Sabarataan, Kamis (2/10/2025).

Adin Bondar, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, mengatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari rangkaian program literasi nasional yang terus diperluas sepanjang tahun 2025.
“Selain membangun 10 ribu titik ruang baca di seluruh Indonesia, kami juga memperluas distribusi buku bermutu ke berbagai daerah. Tahun lalu, Banjarbaru telah menerima dukungan untuk 12 titik desa dan TBM. Tahun ini, kami tambah lagi 34 titik, masing-masing akan mendapatkan 1.000 buku dan pelatihan bagi pengelola perpustakaannya,” jelas Adin.
Ia menyebutkan bahwa Banjarbaru memiliki potensi besar dalam pengembangan literasi karena sejumlah kelurahannya telah memiliki fasilitas perpustakaan. Fokus ke depan adalah memperkuat kapasitas pengelolaan dan integrasi dengan program nasional seperti Gerakan Indonesia Membaca.
“Melalui metode seperti Reading Aloud atau membaca nyaring selama 21 hari, kami ingin menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini, terutama bagi anak-anak dan ibu muda,” lanjutnya.
Tak hanya itu, Perpusnas juga mendukung literasi melalui dana alokasi non-fisik, seperti pengadaan mobil perpustakaan keliling dan akses bacaan digital, sebagai bentuk layanan literasi yang lebih inklusif.
“Di era sekarang, masyarakat membutuhkan akses tidak hanya ke buku cetak, tetapi juga ke sumber bacaan digital. Karena itu, pendekatan kami bersifat menyeluruh,” ujarnya.
Program ini pun disambut positif oleh warga. Salah satunya Abdul, warga Kelurahan Intan Sari, yang menilai bahwa bantuan buku ini akan berdampak langsung pada semangat belajar anak-anak.
“Anak saya sedang senang-senangnya membaca. Kalau ada tambahan buku dari pemerintah, pasti sangat membantu. Semoga ini bisa mendorong minat baca generasi muda agar makin cerdas dan berpikir kritis,” katanya.
Dengan dukungan berkelanjutan dari Perpusnas, diharapkan ekosistem literasi di Banjarbaru akan semakin berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi pendidikan serta pembangunan masyarakat.









