pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai menyalurkan bantuan makanan bergizi melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B yang ditujukan untuk ibu hamil, ibu menyusui, serta balita non-paud. Peluncuran dilakukan di Kantor Pembakal Sungai Sipai, Kamis (1/12/2025).

Program ini menjadi langkah konkrit Pemkab Banjar dalam menurunkan angka stunting sekaligus memperbaiki kualitas gizi kelompok rentan. Sekda Banjar, Yudi Andrea, menegaskan bahwa sasaran MBG 3B berbeda dari program pemberian makanan bergizi untuk siswa sekolah.
“Kelompok ini—ibu hamil, ibu menyusui, dan balita—memerlukan pemantauan gizi lebih ketat karena memiliki risiko stunting yang tinggi. Jadi pendekatannya memang dibuat lebih intensif,” ujarnya.
Distribusi makanan dilakukan lewat SPPG, posyandu, dan pendamping keluarga yang bertugas mengantarkan langsung ke rumah sasaran. Pendamping keluarga juga memastikan konsumsi dan pendataan berjalan setiap hari sesuai wilayah masing-masing.
Saat ini MBG 3B telah diberikan kepada 406 penerima di Kecamatan Martapura dan Gambut, dua daerah yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi. Pemkab berencana memperluas jangkauan ke kecamatan lain setelah kesiapan data SPTG terpenuhi.
Kepala Dinsos P3AP2KB Banjar, Erny Wahdini, menyampaikan bahwa bahan pangan dan menu yang digunakan merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat melalui dapur layanan yang telah tersedia.
“Tidak ada dapur baru yang dibangun. Menu sudah dirancang sesuai kebutuhan gizi masing-masing kelompok, sehingga benar-benar tepat sasaran,” jelasnya.
Martapura dipilih sebagai lokasi launching karena posisinya yang strategis dan memiliki tiga SPPG yang siap menjalankan program ini. Erny menambahkan bahwa MBG 3B merupakan hasil kolaborasi Pemkab Banjar dan BKKBN Provinsi Kalsel dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Dengan berjalannya program MBG 3B, pemerintah berharap kesehatan ibu dan anak semakin meningkat, ekonomi lokal ikut bergerak, serta angka stunting di Kabupaten Banjar dapat ditekan secara signifikan.









