pro1.id, BANJARBARU – Hilangnya puluhan tiang bollard di sejumlah ruas Kota Banjarbaru membuat masyarakat resah. Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan banyak bollard di berbagai titik telah menghilang, di antaranya di sepanjang Jalan Panglima Batur—mulai dari depan Balai Pengujian dan Sertifikasi Mutu Barang, kawasan Masjid Kanzul Khairat, hingga depan Balai Kota Banjarbaru.

Fasilitas yang semestinya menjadi pelindung jalur pedestrian itu kini hanya menyisakan potongan logam serta lubang kosong di sisi jalan.
Usai acara penutupan MTQ Ke-XX pada Jumat malam, Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru, Sirajoni, mengungkapkan bahwa jumlah bollard yang hilang cukup signifikan.
“Jumlahnya sekitar 91 unit. Itu merupakan pemasangan yang dilakukan bertahap sejak 2022 sampai tahap akhir tahun 2025,” jelasnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah sedang menyiapkan rencana antisipasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kami mempertimbangkan untuk melaporkan kasus ini. Sementara itu, internal pemkot juga merumuskan pengamanan baru, misalnya dengan membuat bollard lebih kuat atau mengisinya dengan beton agar sulit dilepas,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan pelaporan resmi ke kepolisian, Sirajoni menyebut hal tersebut masih dibahas dengan dinas terkait.
Di lokasi kejadian, seorang warga bernama Ansyari turut menyampaikan kekesalannya terhadap maraknya pencurian fasilitas umum tersebut.
“Banyak sekali yang hilang. Padahal bollard itu besar dan berat. Sepertinya memang ada yang sengaja mencuri dan dilakukan berulang. Mungkin malam hari,” katanya.
Menurutnya, ketiadaan bollard tak hanya merusak keindahan kota, tetapi juga membahayakan para pejalan kaki.
“Sekarang jadi tidak enak dilihat, bahkan bisa membahayakan kalau dibiarkan. Saya berharap pemerintah segera memperbaikinya dan pelakunya bisa ditemukan,” pungkasnya.









