pro1.id, MARTAPURA – Pemerintah Kabupaten Banjar mulai menyusun langkah efisiensi anggaran untuk tahun 2026. Pembahasan dilakukan bersama perangkat daerah melalui rapat internal dan diskusi lanjutan terkait APBD.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, menjelaskan bahwa arah efisiensi sudah dibahas sejak penyusunan APBD 2025.
“Pembahasan ini sudah kita lakukan dari beberapa rapat sebelumnya. Saat pembahasan APBD kemarin, kita juga mulai mengarahkan persiapan untuk anggaran 2026 agar efisiensinya bisa diantisipasi sejak awal,” ujarnya, Selasa (25/11/2025).
Selain itu, perangkat daerah juga diminta untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini penting untuk menjaga stabilitas fiskal di tahun mendatang.
“Peningkatan PAD akan kami bahas lagi pada diskusi internal berikutnya,” tambahnya.
Terkait kemungkinan adanya pemotongan anggaran, Yudi tidak menutup kemungkinan tersebut. Namun ia memastikan bahwa pelayanan publik tetap menjadi prioritas.
“Pemotongan mungkin ada. Tetapi kami berharap layanan kepada masyarakat dan kegiatan fisik tidak sampai terganggu,” tegasnya.
Sejumlah pengeluaran juga mulai diidentifikasi sebagai bagian dari upaya efisiensi. Beberapa di antaranya adalah perjalanan dinas dan belanja yang tidak bersifat prioritas.
“Perjalanan dinas menjadi salah satu yang bisa dikurangi. Langkah ini sebenarnya sudah sering kita lakukan sebagai bentuk efisiensi,” tutupnya.









