pro1.id, MARTAPURA — Penguatan sektor pendidikan menjadi salah satu perhatian Pemerintah Kabupaten Banjar dalam pembenahan penyelenggaraan pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Banjar H Yudi Andrea saat memimpin apel kerja gabungan di halaman Kantor Bupati Banjar, Martapura, Senin (5/10/2026) pagi.
Apel gabungan tersebut menempatkan Dinas Pendidikan Kabupaten Banjar sebagai petugas. Dalam amanatnya, Yudi menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan perlu terus diperkuat seiring dengan upaya pemerintah daerah melakukan pembenahan birokrasi.
Menurut Yudi, Pemkab Banjar memiliki komitmen menjalankan program wajib belajar 13 tahun. Pemerintah daerah juga berupaya memperluas akses pendidikan anak usia dini melalui program satu desa satu PAUD.
“Pemerintah Kabupaten Banjar berkomitmen melaksanakan program wajib belajar 13 tahun dan memperluas kesempatan belajar melalui program satu desa satu PAUD. Ini bertujuan agar layanan pendidikan usia dini semakin merata bagi seluruh anak di desa,” jelas Yudi.
Selain memperluas akses pendidikan, peningkatan kualitas proses belajar juga menjadi perhatian. Yudi menyebut pembelajaran mendalam atau deep learning telah diterapkan secara masif di sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Banjar.
Pendekatan tersebut, kata dia, mengedepankan proses belajar yang berkesadaran, memuliakan peserta didik serta menciptakan suasana pembelajaran yang menggembirakan.
Di sisi lain, hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) menjadi salah satu gambaran yang dapat digunakan untuk melihat capaian pendidikan daerah. Dalam pelaksanaannya, tingkat partisipasi TKA di Kabupaten Banjar tercatat mencapai 100 persen.
Untuk jenjang SD, nilai rata-rata TKA Kabupaten Banjar berada di angka 53,41. Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Banjar pada peringkat keempat se-Kalimantan Selatan.
Sementara pada jenjang SMP, nilai rata-rata TKA mencapai 53,18 dan menempatkan Kabupaten Banjar di peringkat ketiga se-Kalimantan Selatan.
Yudi meminta hasil tersebut tidak hanya dilihat sebagai capaian, tetapi juga menjadi bahan untuk melakukan evaluasi dan perbaikan pada masa mendatang.
“Jadikan hasil TKA ini sebagai bahan refleksi untuk terus berbenah pada 2027 kelak,” pesannya.
Dalam apel yang sama, Pemkab Banjar juga menyerahkan sejumlah penghargaan. Salah satunya piagam penghargaan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional Tahun 2025 dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia.
Selain penghargaan tingkat nasional, turut diserahkan penghargaan hasil PEKPPP Mandiri Tahun 2025 oleh Sekda Banjar dengan didampingi Plt Asisten Administrasi Umum.
Apel kerja gabungan tersebut diikuti pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional ahli madya, pejabat pengawas, pejabat fungsional ahli muda, serta seluruh ASN dan PJLP pada satuan kerja perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banjar.
Melalui penguatan akses pendidikan, penerapan pendekatan pembelajaran yang lebih mendalam, serta evaluasi berdasarkan hasil TKA, Pemkab Banjar mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Hasil yang diperoleh tahun ini pun diharapkan menjadi pijakan untuk melakukan pembenahan pada tahun berikutnya.
Sumber : RSB















