Harga Oli Merangkak Naik, Bengkel dan Pengendara Motor di Martapura Mulai Terbebani

- Penulis

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:00 WITA

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Kenaikan harga sejumlah produk oli kendaraan bermotor mulai dirasakan pelaku usaha bengkel maupun masyarakat di Martapura, Kabupaten Banjar. Lonjakan harga yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir disebut lebih tinggi dibandingkan kenaikan harga yang biasa terjadi pada tahun-tahun sebelumnya.

Mekanik salah satu bengkel motor di Martapura, Nasrullah, mengatakan kenaikan harga oli terjadi pada berbagai merek dan jenis produk, dengan besaran yang bervariasi.

“Kalau biasanya kenaikan hanya sekitar Rp500 sampai Rp2.000 per kemasan, sekarang ada yang naik Rp5.000, Rp10.000, bahkan sampai Rp80.000,” ujarnya.

Menurutnya, kenaikan paling signifikan terjadi pada oli-oli premium yang selama ini banyak digunakan konsumen. Kondisi tersebut membuat sebagian pengendara mulai beralih ke produk yang lebih murah untuk menekan biaya perawatan kendaraan.

“Banyak pelanggan yang akhirnya memilih oli dengan harga lebih terjangkau. Karena oli yang kualitasnya lebih bagus sekarang kenaikannya cukup tinggi, ada yang naik Rp30 ribu sampai Rp80 ribu,” katanya.

Baca Juga :  Kenaikan Air Sungai Riam Kanan, DKPP Banjar Minta Pembudidaya dan Nelayan Tingkatkan Kewaspadaan

Nasrullah menduga kenaikan harga dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku dan produk impor yang digunakan dalam industri pelumas. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah juga dinilai turut memberikan dampak terhadap harga jual di pasaran.

“Kalau bahan bakunya banyak dari luar negeri, tentu saat nilai tukar rupiah melemah akan berpengaruh terhadap harga produk yang masuk ke Indonesia,” jelasnya.

Di sisi lain, pengendara motor juga mulai merasakan dampak langsung dari kenaikan harga tersebut. Muhammad Rofhal Akwan mengaku biaya servis rutin kendaraan kini menjadi lebih mahal dibandingkan sebelumnya.

“Dulu biaya ganti oli masih sekitar Rp40 ribu sampai Rp50 ribu. Sekarang bisa mencapai Rp70 ribu. Kalau motor matic yang membutuhkan dua botol oli tentu biayanya lebih besar lagi,” ujarnya.

Baca Juga :  443 KK Desa Podok Terima Bantuan Pangan, Total 1.329 Karung Beras Disalurkan

Ia menilai kenaikan harga oli menambah beban masyarakat yang saat ini juga harus menghadapi kenaikan berbagai kebutuhan lainnya.

“Pendapatan masyarakat masih relatif sama, sementara harga barang-barang terus naik. Bukan hanya oli, tapi juga kebutuhan pokok dan biaya lainnya,” katanya.

Rofhal berharap harga kebutuhan masyarakat, termasuk oli kendaraan, dapat kembali stabil sehingga tidak semakin membebani pengeluaran sehari-hari.

“Harapannya harga bisa lebih terjangkau lagi. Kalau memungkinkan ada langkah dari pemerintah untuk menjaga stabilitas harga agar masyarakat tidak terlalu terbebani,” pungkasnya.

Kenaikan harga oli yang terjadi saat ini menjadi salah satu dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sektor transportasi dan perawatan kendaraan, terutama bagi pengguna sepeda motor yang mengandalkan servis rutin untuk menjaga performa kendaraannya.

Berita Terkait

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua
Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa
Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis
Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu
Pria di Karang Intan Tewas Diduga Dianiaya, Polisi Amankan Sejumlah Barang Bukti
Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare
Bupati Banjar Siapkan Bantuan Perahu dan Peralatan, Dukung Atlet FAJI Berburu Prestasi Nasional
Cegah Kepadatan Pagi Hari, Kapolres Banjar Pimpin Pengaturan Lalu Lintas di Martapura

Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 16:01 WITA

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Oktober 2026 - 15:03 WITA

Evaluasi APBDes Perubahan 2026, Pemdes Tambak Anyar Ulu Sesuaikan Anggaran dengan Kebutuhan Desa

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Posyandu Melati Rampah Layani Sekitar 70 Warga, Pemeriksaan Kesehatan Diberikan Gratis

Rabu, 21 Oktober 2026 - 14:39 WITA

Dahan Pohon Menjuntai ke Jalan, DPRKPLH Banjar Lakukan Pemangkasan di Tambak Anyar Ulu

Selasa, 20 Oktober 2026 - 11:36 WITA

Pemkab dan Polres Banjar Serahkan Bantuan Alsintan, Dukung Target Tanam Jagung 150 Hektare

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Pambakal Kuin Besar Ikuti Bimtek Awal Masa Jabatan Periode Kedua

Rabu, 21 Okt 2026 - 16:01 WITA