pro1.id, MARTAPURA – Memasuki bulan suci Ramadan, RSUD Ratu Zalecha (Raza) Martapura melakukan penyesuaian jam pelayanan khusus pada poli rawat jalan. Kebijakan ini diterapkan agar pelayanan tetap optimal tanpa mengganggu aktivitas ibadah masyarakat maupun petugas kesehatan.

Direktur RSUD Ratu Zalecha, Arief Rachman, menyampaikan bahwa perubahan hanya berlaku pada jam pendaftaran poli. Untuk hari biasa, pendaftaran dibuka pukul 08.00 hingga 11.00 Wita.
“Pendaftaran kita mulai dari jam 8 sampai jam 11. Kalau hari Jumat hanya sampai jam 10, jam 8 sampai jam 10. Hari Sabtu kembali lagi dari jam 8 sampai jam 11,” terangnya.
Sementara pendaftaran online yang sebelumnya tersedia hingga malam hari, kini dibatasi sampai pukul 17.00 Wita.
“Kalau pendaftaran online dari jam 8 sampai jam 5 sore saja. Dulu sampai malam, tapi karena bulan puasa mungkin ada tarawih dan ibadah lainnya, jadi kita batasi sampai jam 5,” jelasnya.
Meski ada penyesuaian di poli rawat jalan, Arief menegaskan seluruh layanan lainnya berjalan normal seperti biasa. Instalasi Gawat Darurat (IGD) tetap beroperasi 24 jam, termasuk layanan rawat inap dan tindakan operasi.
“IGD normal 24 jam. Kegiatan lain seperti operasi dan rawat inap tetap berjalan. Hanya poli rawat jalan saja yang kita sesuaikan,” tegasnya.
Ia juga memastikan tidak ada kebijakan khusus atau perbedaan perlakuan terhadap pasien selama Ramadan.
“Untuk pasien tidak ada perubahan apapun. Layanan tetap sama, normatif saja. Tidak ada yang dibedakan karena bulan puasa,” ujarnya.
Penyesuaian internal lebih difokuskan kepada pengaturan bagi petugas, terutama terkait kebutuhan makan sahur dan berbuka bagi tenaga kesehatan yang bertugas.
“Kalau petugas, kita siapkan makan buka puasa dan sahur. Tapi untuk pasien, layanannya tetap sama seperti bulan lainnya,” tambah Arief.
Minim Kasus Dehidrasi Akibat Puasa
Menanggapi potensi meningkatnya kasus dehidrasi dan gangguan pencernaan saat Ramadan, Arief mengatakan hingga kini belum ada lonjakan kasus signifikan di RSUD Raza.
“Alhamdulillah, hampir belum ada gangguan pencernaan akibat puasa. Kalau pun ada, biasanya karena salah makan saat berbuka atau memang sudah ada riwayat penyakit sebelumnya,” jelasnya.
Ia menambahkan, keluhan biasanya muncul karena pola makan yang kurang tepat, seperti langsung mengonsumsi makanan pedas atau berlebihan saat berbuka.
Sedangkan untuk kasus dehidrasi, menurutnya jarang terjadi selama pasien tidak mengalami diare atau muntah.
“Sepanjang tidak diare atau muntah, hampir tidak ada pasien dehidrasi karena puasa,” katanya.
Imbauan Jaga Pola Makan dan Istirahat
Arief turut mengingatkan masyarakat agar menjalani puasa dengan pola hidup sehat. Ia mengimbau agar asupan gizi tetap diperhatikan saat sahur dan berbuka.
“Harus makan makanan yang bergizi, baik waktu sahur maupun berbuka. Jangan kalap ketika berbuka puasa, tetap perhatikan komposisi gizi yang seimbang,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga waktu istirahat serta tetap berolahraga ringan agar tubuh tetap bugar.
“Memang ada perubahan jam tidur, tapi harus diimbangi dengan istirahat cukup. Olahraga juga tetap perlu, supaya badan tetap bugar selama puasa,” ujarnya.
Ia menutup dengan mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu memaksakan aktivitas fisik dan menghindari begadang berlebihan selama Ramadan.
“Pandai-pandai mengatur kondisi tubuh. Jangan terlalu banyak begadang atau kegiatan yang terlalu menguras tenaga,” pungkasnya.
Dengan pengaturan tersebut, RSUD Ratu Zalecha memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan optimal dan masyarakat tetap terlayani dengan baik sepanjang bulan Ramadan.









