pro1.id, MARTAPURA – Meski Pemerintah Kabupaten Banjar telah menetapkan status Transisi Darurat Menuju Pemulihan, dampak banjir masih dirasakan di berbagai wilayah. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar mencatat, hingga Senin (19/01/2026) pukul 16.00 WITA, banjir masih melanda delapan kecamatan dengan total 74 desa dan kelurahan terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Banjar, Wasis Nugraha, menyebutkan bahwa genangan air masih mengganggu aktivitas masyarakat, khususnya di kawasan permukiman dan fasilitas umum.
“Air memang sudah mulai surut di beberapa lokasi, namun masih ada wilayah yang tergenang. Pendataan terus kami perbarui secara berkala,” ujarnya.
Berdasarkan laporan terkini, sebanyak 24.793 rumah tercatat terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 12.524 rumah masih berada dalam kondisi terendam. Jumlah warga terdampak mencapai 30.985 kepala keluarga dengan total 85.538 jiwa.
BPBD juga merinci dampak terhadap kelompok rentan. Tercatat 394 ibu hamil, 700 bayi, 2.317 balita, 5.401 anak-anak, 268 penyandang disabilitas, serta 4.079 lanjut usia terdampak banjir di berbagai wilayah.
Selain permukiman, banjir turut berdampak pada sarana dan prasarana publik. Sebanyak 166 sekolah dan 163 tempat ibadah terdampak, disusul 44 kantor pemerintahan, 151 fasilitas umum, 41 fasilitas kesehatan, serta 40 jembatan. Di sektor pertanian, genangan air juga merendam kebun dan sawah dengan total luas mencapai 3.055 hektare.
BPBD Kabupaten Banjar mengimbau masyarakat untuk tetap siaga terhadap kemungkinan perubahan kondisi cuaca dan debit air, khususnya di wilayah rawan banjir. Masyarakat diminta segera melapor apabila menemukan kondisi darurat agar dapat ditangani dengan cepat.
Sebagai informasi, status Transisi Pemulihan ditetapkan setelah sebelumnya Kabupaten Banjar berada dalam status tanggap darurat bencana banjir, seiring mulai menurunnya debit air di sejumlah titik.









