pro1.id, MARTAPURA -Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Banjar bersama kepolisian dan sejumlah instansi terkait melakukan pemantauan ketersediaan bahan pokok serta harga pangan di wilayah Martapura, Senin (9/3/2026).

Kegiatan ini dilakukan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah untuk memastikan stok kebutuhan pokok mencukupi serta harga tetap stabil di pasaran.
Pemantauan diawali dengan pengecekan gudang distributor bahan pokok di Kecamatan Gambut dan Kertak Hanyar. Beberapa lokasi yang dikunjungi di antaranya gudang PT Garuda Wisnu Amerta, PT Indo Marco, serta gudang beras PT Fajar Nusantara Abadi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kabupaten Banjar, Linda Yunianti, mengatakan hasil pengecekan menunjukkan ketersediaan bahan pokok di gudang distributor masih dalam kondisi aman.
Di gudang PT Garuda Wisnu Amerta, misalnya, tercatat stok minyak goreng merek Alif mencapai sekitar 5.000 karton. Perusahaan tersebut juga menjadi salah satu tempat pengemasan minyak goreng program pemerintah Minyakita yang dipasok dari Kabupaten Kotabaru sebelum didistribusikan ke sejumlah toko di Kabupaten Banjar.
“Dalam satu kali proses pengemasan, perusahaan mampu menghasilkan sekitar 2.400 kemasan minyak goreng ukuran dua liter,” ujar Linda.
Tim kemudian melanjutkan pengecekan ke gudang PT Indo Marco yang berfungsi sebagai pusat distribusi bahan pokok untuk jaringan ritel Indomaret di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Pihak perusahaan memastikan pasokan barang terus datang setiap hari sehingga ketersediaan stok diperkirakan mencukupi hingga Lebaran.
Selanjutnya, pengecekan juga dilakukan di gudang beras PT Fajar Nusantara Abadi yang berada di Desa Tatah Belayung Baru, Kecamatan Kertak Hanyar. Gudang tersebut diketahui mampu melakukan proses pengemasan hingga sekitar 50 ton beras per hari dengan berbagai merek, seperti 2T, Harum Sari, Sari Wangi, hingga Pita Kecapi.
Selain meninjau gudang distributor, TPID juga melakukan pemantauan harga bahan pokok di Pasar Mahabbah dan Pasar Thaibah Martapura bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Kasat Reskrim Polres Banjar AKP Rifandy Purnayangkara Putra, mewakili Kapolres Banjar AKBP Dr Fadli, menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan harga bahan pokok masih relatif stabil dan pasokan tersedia di pasar.
Beberapa harga komoditas yang terpantau antara lain daging ayam ras berkisar Rp26 ribu hingga Rp28 ribu per kilogram, telur ayam ras sekitar Rp32 ribu per kilogram, serta bawang merah di kisaran Rp37 ribu hingga Rp38 ribu per kilogram.
Sementara itu, harga cabai rawit berada di kisaran Rp90 ribu per kilogram, sedangkan cabai merah dan cabai keriting sekitar Rp45 ribu per kilogram.
Untuk komoditas beras, harga beras premium tercatat sekitar Rp80 ribu per lima kilogram. Namun, beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dilaporkan kosong di beberapa toko.
“Secara umum stok bahan pokok masih mencukupi dan harga relatif stabil. Kegiatan ini merupakan langkah pengawasan menjelang Idulfitri agar tidak terjadi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar,” pungkas Rifandy.









