pro1.id, BANJARBARU – Warga dan pelaku usaha di sekitar Kolam Renang Antasari mengeluhkan keberadaan kabel optik yang menggantung rendah di tepi Jalan A. Yani. Kondisi ini dinilai mengganggu pemandangan sekaligus berisiko membahayakan keselamatan pengendara dan pejalan kaki.

Menurut Budi, pemilik rumah makan yang tengah dibangun di depan kolam renang, masalah kabel menjuntai sudah berlangsung lama, sejak proyek Jembatan Sungai Ulin dimulai, namun belum ada penyelesaian.
“Kami kecewa karena meski sudah dilaporkan berkali-kali, belum ada tindakan nyata. Hanya ada petugas yang datang memotret kabel, tapi tak ada perbaikan,” ujarnya.
Budi menambahkan, kabel yang berantakan ini bertolak belakang dengan cita-cita Kota Banjarbaru yang mengusung Banjarbaru Elok.
“Bayangkan, jalan ini ramai dikunjungi orang, apalagi menjelang perayaan 5 Rajab. Kabel yang bergelantungan memberi kesan kumuh, bukan elok,” tambahnya.
Imon, petugas parkir di kolam renang, menjelaskan kabel sempat ditopang tiang kayu buatan, namun tidak kuat menahan beban.
“Sekarang kami pakai batu sebagai pemberat agar kabel tidak jatuh menimpa kendaraan atau mengganggu aktivitas pembangunan,” jelasnya.
Selain merusak pemandangan, warga menyoroti risiko keselamatan yang muncul, terutama bagi pengendara sepeda motor dan anak-anak yang melintas. Banyak yang harus berhati-hati saat lewat di bawah kabel yang menjuntai rendah.
Warga berharap PLN dan penyedia layanan internet segera menertibkan kabel, menata ulang secara permanen, dan memperhatikan estetika serta keselamatan publik. Budi menegaskan,
“Kota bisa indah, tapi kalau kabel berserakan seperti ini, kesan kumuh tetap ada. Kami ingin solusi nyata, bukan sekadar foto atau laporan.”









