pro1.id, BANJARBARU – Agenda reses Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Putra Qomaluddin Attar Nurrliqi atau yang akrab disapa Bang Qomal, di Kelurahan Loktabat Utara pada Sabtu (6/12/2025) menjadi ajang penyerapan aspirasi pertama setelah masa kampanye berakhir. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan beragam keluhan dan kebutuhan terkait fasilitas umum hingga dukungan pemberdayaan ekonomi.
Bang Qomal mengungkapkan bahwa sejumlah persoalan mendominasi dialog dengan masyarakat, di antaranya terkait fasilitas lapangan sepak bola serta dampak aktivitas penggunaannya. Selain itu, usulan pembangunan drainase dan paving kembali disuarakan warga. Menurutnya, aspirasi tersebut sebenarnya telah masuk melalui mekanisme musrenbang sehingga kini memerlukan proses pengawalan lebih lanjut.
“Alhamdulillah, ini kali pertama ulun kembali ke sini setelah kampanye. Ulun melihat banyak sekali aspirasi masyarakat terkait fasilitas lapangan bola dan dampak-dampak penggunaannya. Selain itu ada juga usulan drainase dan paving yang sebenarnya sudah diusulkan melalui musrenbang sehingga tinggal perlu pengawalan,” ujarnya.
Dalam reses tersebut, permintaan pemasangan penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi salah satu aspirasi paling mencolok. Warga berharap program tersebut dapat direalisasikan dalam rencana pembangunan tahun 2027.
Terkait fokus utama aspirasi, Bang Qomal menegaskan bahwa sektor ekonomi kerakyatan, khususnya dukungan bagi pelaku UMKM, menjadi kebutuhan paling mendesak yang disampaikan warga.
“Banyak sekali warga yang meminta dukungan modal usaha. Karena itu solusi dari ulun adalah perlunya kelompok usaha agar ada pertanggungjawaban bersama. Dengan begitu, aspirasi dapat direalisasikan melalui dukungan peralatan dan fasilitas yang disalurkan ke kelompok tersebut. Kita tahu, bantuan tidak bisa diberikan langsung secara pribadi,” jelasnya.
Ia menyebutkan, dalam lima hari terakhir, permintaan terkait modal usaha menjadi yang terbanyak. Untuk itu, ia mendorong masyarakat agar bergabung dalam Koperasi Merah Putih dan membentuk kelompok usaha guna mempermudah proses pengajuan serta penyaluran bantuan.
Selain isu ekonomi, warga juga menyampaikan persoalan lain seperti pengawalan proyek infrastruktur hasil Musrenbang, pengelolaan sampah, serta keberadaan pasar kaget di beberapa titik.
“Semua itu menurut ulun merupakan tanggung jawab yang lebih besar dan tidak hanya bisa diselesaikan oleh dorongan anggota dewan saja,” tutupnya.









