pro1.id, BANJARBARU – Laju pertumbuhan penduduk di Kota Banjarbaru yang terus meningkat menjadi perhatian kalangan legislatif. DPRD menilai kondisi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan perencanaan tata ruang yang matang.
Anggota Komisi II DPRD Banjarbaru, Emi Lasari, mengungkapkan bahwa perkembangan kota saat ini memang menunjukkan banyak kemajuan, namun masih menyisakan pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.
Ia menyebut, salah satu hal krusial adalah belum tuntasnya penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), yang seharusnya menjadi pedoman dalam mengatur arah pembangunan kota secara lebih rinci.
“Perkembangan kota cukup pesat, apalagi setelah Banjarbaru ditetapkan sebagai ibu kota provinsi. Tapi perencanaan detailnya belum sepenuhnya siap,” ujarnya, Minggu (19/04/2026).
Menurutnya, setiap tahun jumlah penduduk di Banjarbaru terus bertambah signifikan, bahkan mencapai ribuan jiwa. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan berbagai persoalan jika tidak diantisipasi sejak dini.
Ia menekankan pentingnya kesiapan daya dukung kota, termasuk infrastruktur dan sistem transportasi, agar tidak terjadi tekanan berlebihan di masa mendatang.
Selain persoalan tata ruang, Emi juga menyoroti mulai meningkatnya kepadatan lalu lintas di sejumlah kawasan.
“Kalau tidak direncanakan dari sekarang, dampaknya bisa ke mana-mana, termasuk kemacetan. Jalan alternatif perlu mulai dipikirkan,” katanya.
DPRD berharap pemerintah daerah dapat segera mempercepat penyelesaian RDTR sebagai dasar dalam mengendalikan pembangunan, sehingga pertumbuhan Banjarbaru tetap berjalan terarah dan berkelanjutan.









