- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 16:47 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, BANJARBARU – Curah hujan tinggi dalam beberapa pekan terakhir membuat pasokan cabai rawit di Pasar Bauntung Banjarbaru menipis, sehingga harganya melambung hingga Rp100.000 per kilogram pada Selasa (20/01/2026). Kenaikan ini mencapai Rp30.000 dibanding harga normal sebelumnya.

Rijal, pedagang cabai berpengalaman di pasar tersebut, mengatakan hujan deras dan banjir yang melanda wilayah sentra produksi menjadi penyebab utama.

“Cabai itu tanaman sensitif. Kalau kebanjiran atau hujan terus, banyak yang rusak sebelum panen,” ujarnya.

Baca Juga :  Penjualan Beras di Pasar Bauntung Banjarbaru Meningkat Jelang Pembayaran Zakat Fitrah

Pasokan yang terbatas sementara permintaan tetap tinggi membuat harga melonjak. Aman, pedagang lain, menambahkan sebagian besar cabai yang ia jual berasal dari Rantau dan Kandangan, yang belakangan terdampak cuaca ekstrem.

“Barang dari sana jadi sulit masuk karena panennya berkurang, bukan karena pengiriman macet,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Ungkap Kasus Pembuangan Bayi di Banjarbaru, Dua Remaja Diamankan

Lonjakan harga ini juga memengaruhi pola belanja masyarakat. Rahman, pemilik warung makan di Banjarbaru, mengaku harus menyesuaikan pembelian cabai.

“Biasanya stok sambal banyak, sekarang dikurangi dan dicampur cabai lain supaya tetap pedas tapi modal tetap terkendali,” ungkapnya.

Kondisi ini menjadi perhatian pedagang maupun konsumen, yang berharap cuaca segera membaik agar pasokan cabai kembali stabil dan harga tidak terus melonjak.

Berita Terkait

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik
Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa
Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit
Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik
Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu
Di Balik Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita di Banjarbaru, Psikolog Ingatkan Pentingnya Kepedulian Sekitar
Tetangga Mengaku Syok Usai Muncul Dugaan Kasus Kekerasan terhadap Balita NS (3) di Landasan Ulin Utara
Keluarga Temukan Kejanggalan pada Tubuh Balita yang Meninggal di Landasan Ulin, Kasus Dilaporkan ke Polisi

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 10:10 WITA

Pengguna Pertalite di Banjarbaru Bertambah, Pengendara Pilih BBM Lebih Murah Usai Pertamax Naik

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:13 WITA

Pesantren Kilat Lansia Digelar di Banjarbaru, Bekali Peserta Hadapi Usia Senja dengan Ilmu Agama dan Kesehatan Jiwa

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:11 WITA

Warga Guntung Manggis Ditemukan Meninggal di Dalam Rumah, Diduga Akibat Sakit

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:04 WITA

Tanggapi Kasus ASN Tersangka Korupsi Tambang, Dinas ESDM Kalsel Janji Kooperatif dengan Penyidik

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:01 WITA

Kenaikan Harga Oli Mulai Dirasakan Pengendara di Banjarbaru, Bengkel Sebut Naik Sekitar Rp10 Ribu

Berita Terbaru