Temulawak Sani, Warisan Herbal 50 Tahun yang Laris Manis Saat Ramadan

- Penulis

Senin, 23 Februari 2026 - 23:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Di tengah maraknya minuman kekinian, temulawak tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Martapura dan Banjarbaru. Salah satu yang konsisten menjaga cita rasa dan kualitasnya adalah Temulawak Sani, usaha rumahan yang telah bertahan sejak tahun 1976.

Berlokasi di Gang Baru, Desa Tanjung Rema, usaha ini kini diteruskan oleh Saidi, putra dari Abdul Sani yang pertama kali meracik minuman herbal tersebut. Selama hampir lima dekade, resep keluarga itu tetap dipertahankan.

Saat Ramadan, permintaan meningkat signifikan. Temulawak menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa karena rasanya manis, segar, dan dipercaya membantu memulihkan stamina setelah seharian menahan lapar dan haus.

“Dari subuh sudah mulai memasak. Sekali masak ada delapan panci dengan proses sekitar satu setengah jam, dan berlanjut sampai total produksi mencapai lima ribu liter,” ungkap Saidi.

Ia menyebutkan, dalam sehari produksi bisa mencapai 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan pelanggan langsung. Menariknya, minuman yang diproduksi hari itu biasanya langsung habis terjual.

“Alhamdulillah, setiap hari di bulan Ramadan seperti sekarang ini tetap produksi. Hari ini dibuat, hari itu juga habis terjual, baik dibeli pedagang maupun untuk konsumsi pribadi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dinkes Banjar Lakukan Audit Menyeluruh, 507 Aspek Kesehatan Diperiksa di Dapur MBG Tungkaran

Salah seorang pelanggan setia, Muhammad Syami, mengaku tidak pernah melewatkan Temulawak Sani saat Ramadan.

“Pas buka puasa enak diminum, rasanya segar. Setelah seharian puasa dan beraktivitas, cocok untuk menyegarkan badan,” katanya.

Tak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadan, Temulawak Sani juga mencerminkan ketahanan usaha lokal yang diwariskan lintas generasi.

Khasiat Temulawak untuk Kesehatan

Dikutip dari alodokter.com, Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dikenal luas sebagai tanaman herbal asli Indonesia yang kaya senyawa aktif. Rimpangnya mengandung terpenoid, kurkumin, dan xanthorrhizol yang memiliki sifat antioksidan dan antiradang.

Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa potensi manfaat temulawak, di antaranya:

1. Mendukung daya tahan tubuh

Kandungan kurkuminoid membantu mengurangi peradangan dan mendukung kerja sistem imun, meski masih membutuhkan kajian klinis lanjutan.

2. Mengurangi peradangan

Kurkumin dikenal memiliki efek antiradang yang berpotensi membantu meredakan nyeri sendi seperti artritis.

3. Membantu melawan infeksi

Ekstrak temulawak menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Salmonella dan E. coli dalam uji laboratorium.

Baca Juga :  Jengkol Pinggir Sawah Wendy: Dari Iseng-Iseng Kini Jadi Incaran Penikmat Kuliner Lokal

4. Menjaga kesehatan kulit

Sifat antioksidan dan antiradangnya berpotensi membantu penyembuhan luka ringan dan masalah kulit seperti jerawat.

5. Meredakan gangguan pencernaan ringan

Secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung dan ketidaknyamanan lambung.

6. Mendukung fungsi hati

Beberapa studi awal menunjukkan potensi temulawak dalam membantu menjaga kesehatan hati.

7. Membantu mengontrol gula darah

Senyawa aktifnya diduga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, meski bukti klinis pada manusia masih terbatas.

8. Berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker

Riset laboratorium menunjukkan potensi antikanker, namun belum dapat dijadikan terapi utama.

Perlu Dikonsumsi Secara Bijak

Meski memiliki banyak potensi manfaat, temulawak tetap harus dikonsumsi secara wajar. Penggunaan berlebihan atau bersamaan dengan obat tertentu bisa menimbulkan efek samping.

Kelompok yang perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi temulawak antara lain ibu hamil dan menyusui, penderita gangguan kantung empedu, serta mereka yang memiliki masalah perdarahan atau maag kronis.

Di Martapura, Temulawak Sani bukan sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan simbol tradisi, kesehatan, dan ketekunan usaha lokal yang terus bertahan di tengah perubahan zaman

Berita Terkait

Sentuhan Timur Tengah Warnai Buka Puasa Perdana di Aeris Hotel Banjarbaru
Sadali: Tentang Cinta yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi
Ramadan 2026, Grand Qin Hotel Banjarbaru Sajikan Kelana Rasa Bertema Timur Tengah
Film Kuyank 2026 dan Representasi Tekanan Sosial terhadap Perempuan
Panggilan Hati Nurani Erva : Relawan Perempuan asal Bontang Kaltim, Kisah Pengabdian di Lokasi Bencana Aceh Tamiang
Kuyank, Film Horor Folklor Kalimantan Selatan, Siap Menghantui Layar Lebar Januari 2026
Melukis sebagai Ruang Pulang: Perjalanan Berkesenian Nurlita Tadzlila Wijayanti
Kopi Gadis, Ruang Berbagi dan Bukti Kemandirian Perempuan Muda dari Tapin
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 23 Februari 2026 - 23:20 WITA

Temulawak Sani, Warisan Herbal 50 Tahun yang Laris Manis Saat Ramadan

Jumat, 20 Februari 2026 - 15:49 WITA

Sentuhan Timur Tengah Warnai Buka Puasa Perdana di Aeris Hotel Banjarbaru

Minggu, 8 Februari 2026 - 18:41 WITA

Sadali: Tentang Cinta yang Tak Pernah Benar-Benar Pergi

Rabu, 4 Februari 2026 - 21:25 WITA

Ramadan 2026, Grand Qin Hotel Banjarbaru Sajikan Kelana Rasa Bertema Timur Tengah

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:52 WITA

Film Kuyank 2026 dan Representasi Tekanan Sosial terhadap Perempuan

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA