pro1.id, MARTAPURA – Di tengah maraknya minuman kekinian, temulawak tetap memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Martapura dan Banjarbaru. Salah satu yang konsisten menjaga cita rasa dan kualitasnya adalah Temulawak Sani, usaha rumahan yang telah bertahan sejak tahun 1976.

Berlokasi di Gang Baru, Desa Tanjung Rema, usaha ini kini diteruskan oleh Saidi, putra dari Abdul Sani yang pertama kali meracik minuman herbal tersebut. Selama hampir lima dekade, resep keluarga itu tetap dipertahankan.
Saat Ramadan, permintaan meningkat signifikan. Temulawak menjadi pilihan favorit untuk berbuka puasa karena rasanya manis, segar, dan dipercaya membantu memulihkan stamina setelah seharian menahan lapar dan haus.
“Dari subuh sudah mulai memasak. Sekali masak ada delapan panci dengan proses sekitar satu setengah jam, dan berlanjut sampai total produksi mencapai lima ribu liter,” ungkap Saidi.
Ia menyebutkan, dalam sehari produksi bisa mencapai 5.000 liter untuk memenuhi kebutuhan pedagang dan pelanggan langsung. Menariknya, minuman yang diproduksi hari itu biasanya langsung habis terjual.
“Alhamdulillah, setiap hari di bulan Ramadan seperti sekarang ini tetap produksi. Hari ini dibuat, hari itu juga habis terjual, baik dibeli pedagang maupun untuk konsumsi pribadi,” ujarnya.
Salah seorang pelanggan setia, Muhammad Syami, mengaku tidak pernah melewatkan Temulawak Sani saat Ramadan.
“Pas buka puasa enak diminum, rasanya segar. Setelah seharian puasa dan beraktivitas, cocok untuk menyegarkan badan,” katanya.
Tak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner Ramadan, Temulawak Sani juga mencerminkan ketahanan usaha lokal yang diwariskan lintas generasi.
Khasiat Temulawak untuk Kesehatan
Dikutip dari alodokter.com, Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dikenal luas sebagai tanaman herbal asli Indonesia yang kaya senyawa aktif. Rimpangnya mengandung terpenoid, kurkumin, dan xanthorrhizol yang memiliki sifat antioksidan dan antiradang.
Sejumlah penelitian menunjukkan beberapa potensi manfaat temulawak, di antaranya:
1. Mendukung daya tahan tubuh
Kandungan kurkuminoid membantu mengurangi peradangan dan mendukung kerja sistem imun, meski masih membutuhkan kajian klinis lanjutan.
2. Mengurangi peradangan
Kurkumin dikenal memiliki efek antiradang yang berpotensi membantu meredakan nyeri sendi seperti artritis.
3. Membantu melawan infeksi
Ekstrak temulawak menunjukkan aktivitas antimikroba terhadap bakteri seperti Salmonella dan E. coli dalam uji laboratorium.
4. Menjaga kesehatan kulit
Sifat antioksidan dan antiradangnya berpotensi membantu penyembuhan luka ringan dan masalah kulit seperti jerawat.
5. Meredakan gangguan pencernaan ringan
Secara tradisional digunakan untuk membantu mengatasi perut kembung dan ketidaknyamanan lambung.
6. Mendukung fungsi hati
Beberapa studi awal menunjukkan potensi temulawak dalam membantu menjaga kesehatan hati.
7. Membantu mengontrol gula darah
Senyawa aktifnya diduga dapat meningkatkan sensitivitas insulin, meski bukti klinis pada manusia masih terbatas.
8. Berpotensi menghambat pertumbuhan sel kanker
Riset laboratorium menunjukkan potensi antikanker, namun belum dapat dijadikan terapi utama.
Perlu Dikonsumsi Secara Bijak
Meski memiliki banyak potensi manfaat, temulawak tetap harus dikonsumsi secara wajar. Penggunaan berlebihan atau bersamaan dengan obat tertentu bisa menimbulkan efek samping.
Kelompok yang perlu berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi temulawak antara lain ibu hamil dan menyusui, penderita gangguan kantung empedu, serta mereka yang memiliki masalah perdarahan atau maag kronis.
Di Martapura, Temulawak Sani bukan sekadar minuman pelepas dahaga, melainkan simbol tradisi, kesehatan, dan ketekunan usaha lokal yang terus bertahan di tengah perubahan zaman









