pro1.id, MARTAPURA – Menjelang bulan Ramadhan, Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar kembali menggelar Festival Becatuk Dauh 2026. Pendaftaran peserta dibuka sejak 12 Januari 2026 dan akan ditutup pada 6 Februari 2026, bersamaan dengan technical meeting.

Kepala Bidang Kebudayaan, Muhammad Syahid menjelaskan, penyelenggaraan festival tahun ini membawa sejumlah pembaruan, khususnya dalam administrasi dan pengelolaan peserta.
“Target kami, peserta lebih tertib dan jumlahnya meningkat dibandingkan tahun sebelumnya,” ucapnya, Kamis (22/01/2026). 
Syahid mengatakan, pihaknya melalukan evaluasi terkait proses pendaftaran festival dari tahun sebelumnya.
“Kami juga memperbaiki sistem pendaftaran agar setiap peserta tercatat dengan baik dan administrasi lebih rapi,” ujrnya.
Festival tahun ini menerapkan uang penjaminan sebesar Rp300 ribu, yang bukan biaya pendaftaran. Menurut Syahid, kebijakan ini untuk memastikan kelancaran dan sportivitas lomba.
“Uang ini adalah penjaminan, bukan biaya masuk. Tujuannya agar tidak ada peserta bayangan atau pendaftaran ganda,” tegas Syahid.
Festival dijadwalkan berlangsung 10–12 Februari 2026 untuk babak penyisihan, sedangkan babak final akan digelar pada malam puncak menyesuaikan arahan pimpinan dan kondisi cuaca.
Semua kegiatan tetap difokuskan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Ratu Zalecha, Martapura, sebagai lokasi strategis untuk ruang publik dan pusat kegiatan masyarakat.
Terkait juri, panitia mempertimbangkan formasi yang sama seperti tahun sebelumnya, tetapi tetap membuka masukan dari peserta melalui grup komunikasi resmi. Total hadiah festival mencapai sekitar Rp70 juta, sedangkan anggaran keseluruhan dari APBD Kabupaten Banjar diperkirakan Rp105 juta, mencakup panggung, tenda, sound system, dan operasional.
Syahid berharap festival tetap berjalan lancar dan meriah meski digelar di tengah kondisi bencana, serta menjadi media pelestarian budaya Banjar sekaligus hiburan masyarakat.












