DKPP Banjar dan DKP Kalsel Kunjungi Pembudidaya Ikan Mas Terdampak Virus KHV dan Serahkan Vitamin

- Penulis

Kamis, 27 November 2025 - 20:03 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

DKPP Banjar serahkan bantuan vitamin kepada pembudidaya ikan mas di waduk riam kanan

DKPP Banjar serahkan bantuan vitamin kepada pembudidaya ikan mas di waduk riam kanan

pro1.id, MARTAPURA – Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan kembali meninjau pembudidaya ikan mas di kawasan Aranio yang sebelumnya terkena wabah virus Koi Herpes (KHV), Rabu (26/11/2025).

Kunjungan ini bertujuan memantau kondisi ikan setelah wabah dan memastikan pemulihan populasi ikan berjalan baik.

Muhammad Rizky, salah satu pembudidaya keramba jala apung yang terdampak, menceritakan kematian ikan yang terjadi dua bulan lalu secara mendadak.

“Insangnya membusuk, sisiknya berubah merah, dan tiba-tiba banyak yang mati. Kami tidak menyangka itu virus. Kerugian saya mencapai satu pikul ikan,” ujarnya.

Baca Juga :  Dana Transfer dari Pusat Menyusut Rp500 Miliar, Pemkab Banjar Lakukan Penghematan Belanja

Rizky menambahkan, setelah satu bulan, kondisi ikan mulai stabil dan tidak ada lagi kematian.

“Dinas sebelumnya sudah memberikan vitamin sebagai penanganan awal, dan sekarang ikan mulai pulih,” kata Rizky.

Dalam kegiatan ini, DKPP Banjar dan DKP Kalsel mengambil sampel ikan dan air di sekitar keramba untuk dicek pH dan memastikan tidak ada infeksi tersisa. Seluruh sampel dikirim ke Laboratorium BPAT Mandiangin untuk dianalisis lebih lanjut.

Apriyan Mindar Waspodo, Kepala Seksi Pengelolaan dan Pembudidayaan DKPP Banjar, menekankan pentingnya peninjauan ulang ini untuk memastikan pemulihan ikan stabil.

Baca Juga :  Pria Lansia di Sungai Sipai Ditemukan Tak Bernyawa, Polisi Perkirakan Meninggal Sejak Beberapa Hari Lalu

“Provinsi memberikan dukungan untuk membantu pembudidaya yang terdampak,” ujarnya.

Apriyan menjelaskan bahwa sampel diambil dari beberapa lokasi pembudidaya untuk diuji di laboratorium.

“Sudah hampir sebulan tidak ada kematian. pH air normal. Dugaan awal wabah dipicu perubahan musim dan rendahnya kadar oksigen terlarut. Kita menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui apakah virus masih tinggi atau sudah berkurang,” jelasnya.

Sebagai langkah lanjutan, DKPP Banjar menyalurkan vitamin tambahan yang dicampurkan ke pakan ikan guna meningkatkan daya tahan tubuh dan memulihkan nafsu makan ikan yang sempat menurun akibat virus.

Berita Terkait

Musholla Abu Yazid Al Busthami Martapura Bagikan Ratusan Takjil di Depan Masjid Al Karomah
TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026
Wabup Banjar Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Rabithah Alawiyah Martapura–Banjarbaru
Dua Bersaudara Pelaku Pembunuhan di Paramasan Divonis 20 Tahun Penjara
ATM BCA di Martapura Diduga Jadi Target Pembobolan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polres Banjar Gelar Apel Operasi Ketupat Intan 2026, Ratusan Personel Disiagakan Amankan Idulfitri
Pemkab Banjar Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Desa Pekauman, Wabup Imbau Warga Waspada Saat Tinggalkan Rumah
BPBD Banjar Salurkan Bantuan Dana untuk 22 KK Terdampak Angin Puting Beliung
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 22:14 WITA

Musholla Abu Yazid Al Busthami Martapura Bagikan Ratusan Takjil di Depan Masjid Al Karomah

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:32 WITA

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:00 WITA

Dua Bersaudara Pelaku Pembunuhan di Paramasan Divonis 20 Tahun Penjara

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:02 WITA

ATM BCA di Martapura Diduga Jadi Target Pembobolan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:26 WITA

Polres Banjar Gelar Apel Operasi Ketupat Intan 2026, Ratusan Personel Disiagakan Amankan Idulfitri

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA