DPRD Banjar Bongkar Masalah Proyek RS Gambut: Kontraktor Bermasalah hingga Akses Jalan Tak Direncanakan

- Penulis

Minggu, 8 Februari 2026 - 07:41 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

pro1.id, MARTAPURA – Pembangunan Rumah Sakit (RS) Tipe D di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, menjadi sorotan serius DPRD setempat. Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IV DPRD Banjar bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Sabtu (7/2/2026), terungkap berbagai persoalan krusial yang dinilai berpotensi menghambat proyek strategis tersebut.

Salah satu perhatian utama DPRD adalah pelaksana proyek pematangan lahan senilai Rp10 miliar. Ketua Komisi IV DPRD Banjar, Hj. Anna Rusiana, mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proses tender, khususnya terkait perusahaan pemenang lelang.

“Yang menjadi perhatian kami adalah pemenang tender berada di urutan kelima. Informasi yang kami terima, direktur perusahaan tersebut berstatus DPO sejak 2024 dan baru diketahui awal Januari tahun ini,” ujar Anna kepada wartawan.

Temuan tersebut, lanjutnya, akan ditindaklanjuti DPRD melalui rapat gabungan bersama Kelompok Kerja (Pokja) pengadaan barang dan jasa untuk menelusuri proses evaluasi lelang.

Baca Juga :  Pemkab Banjar Siapkan Strategi Atasi Kenaikan Bapok Selama Program MBG Berlangsung

Selain persoalan kontraktor, DPRD juga menyoroti lemahnya perencanaan teknis proyek, terutama terkait akses jalan menuju lokasi pembangunan RS yang melayani enam kecamatan, yakni Gambut, Kertak Anyar, Sungai Tabuk, Aluh-Aluh, Beruntung Baru, dan Tatah Makmur.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banjar, dr. H. Noripansyah, membenarkan bahwa dalam perencanaan awal tidak disediakan anggaran khusus untuk jalan masuk ke lokasi proyek.

“Akses jalan memang belum ada. Agar material bisa masuk, terpaksa dibuat jalan darurat. Anggarannya diambil dari dana pematangan lahan, sekitar 20 persen dari total Rp10 miliar,” jelas Noripansyah.

Kondisi tersebut dinilai Komisi IV sebagai indikasi kurang matangnya perencanaan awal. Menurut Anna, ketiadaan akses sejak awal membuat pekerjaan berisiko terhambat dan berdampak pada keterlambatan proyek.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuhan di Tambang Emas Aranio Kabur ke Hutan, Lima Hari Kemudian Menyerahkan Diri

“Kalau dari awal tidak ada jalan, tentu distribusi material terganggu. Ini harus menjadi evaluasi serius,” tegasnya.

Meski menghadapi berbagai kendala, Dinkes Banjar menyampaikan progres pematangan lahan saat ini telah melampaui 75 persen. Pekerjaan meliputi pemasangan geotekstil, cerucuk galam, serta pembangunan dinding penahan tanah. Kontraktor juga telah diberikan tambahan waktu melalui adendum selama 50 hari.

“Kami berharap pekerjaan bisa diselesaikan. Namun jika tidak tercapai, opsi pemutusan kontrak dan penunjukan langsung untuk sisa pekerjaan bisa menjadi pilihan,” kata Noripansyah.

Terkait kelanjutan proyek RS Gambut, DPRD dan Dinkes sepakat pembangunan tetap dilanjutkan. Tahap pembangunan fisik gedung direncanakan menggunakan anggaran sekitar Rp45 miliar melalui mekanisme lelang baru, sementara pembangunan jalan akses permanen akan ditangani Dinas PUPR dengan estimasi anggaran Rp3 miliar pada tahun berjalan.

Berita Terkait

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026
Wabup Banjar Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Rabithah Alawiyah Martapura–Banjarbaru
Dua Bersaudara Pelaku Pembunuhan di Paramasan Divonis 20 Tahun Penjara
ATM BCA di Martapura Diduga Jadi Target Pembobolan, Polisi Lakukan Penyelidikan
Polres Banjar Gelar Apel Operasi Ketupat Intan 2026, Ratusan Personel Disiagakan Amankan Idulfitri
Pemkab Banjar Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Desa Pekauman, Wabup Imbau Warga Waspada Saat Tinggalkan Rumah
BPBD Banjar Salurkan Bantuan Dana untuk 22 KK Terdampak Angin Puting Beliung
DKPP Banjar Hadirkan Beras Lokal dan Ikan Murah di Pasar Murah Halaman Kantor Bupati
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:32 WITA

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:10 WITA

Wabup Banjar Hadiri Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Rabithah Alawiyah Martapura–Banjarbaru

Kamis, 12 Maret 2026 - 17:02 WITA

ATM BCA di Martapura Diduga Jadi Target Pembobolan, Polisi Lakukan Penyelidikan

Kamis, 12 Maret 2026 - 16:26 WITA

Polres Banjar Gelar Apel Operasi Ketupat Intan 2026, Ratusan Personel Disiagakan Amankan Idulfitri

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:55 WITA

Pemkab Banjar Salurkan Bantuan Kepada Korban Kebakaran di Desa Pekauman, Wabup Imbau Warga Waspada Saat Tinggalkan Rumah

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

TNI Siap Bersinergi Dukung Pengamanan Operasi Ketupat Intan 2026

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:32 WITA

Kalimantan Selatan

Jelang Mudik Lebaran, PUPR Kalsel Percepat Perbaikan Jalan Provinsi

Kamis, 12 Mar 2026 - 21:26 WITA