pro1.id, MARTAPURA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar kembali melanjutkan kegiatan Sosialisasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) Tahun 2025 pada hari kedua pelaksanaan, Kamis (23/10/2025).
Kegiatan ini berlangsung di Aula Kantor Kecamatan Martapura dan diikuti sekitar 120 peserta yang terdiri dari aparat kecamatan, perangkat desa, relawan, serta unsur masyarakat.
Kabupaten Banjar dikenal memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi. Ancaman seperti banjir, angin puting beliung, dan tanah longsor kerap terjadi di sejumlah wilayah, terutama di daerah dengan curah hujan tinggi dan kondisi geografis yang rentan.
Menyikapi hal tersebut, BPBD Banjar terus memperkuat kesiapsiagaan daerah melalui gerakan nasional Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) yang digagas oleh Kementerian Dalam Negeri.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Banjar, Yayan Daryanto menegaskan, pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ketangguhan wilayah.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kita berupaya menyamakan persepsi, menyusun langkah strategis bersama, serta memastikan setiap kecamatan memiliki kemampuan yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi ancaman bencana,” ujarnya.
Yayan juga menyampaikan apresiasi kepada Camat Martapura beserta jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan tersebut. Ia menilai, dukungan dari pihak kecamatan menjadi wujud nyata semangat gotong royong dan komitmen bersama dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana.
Melalui program ini, BPBD Banjar berharap agar setiap kecamatan dapat mengoptimalkan perannya dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana berbasis masyarakat.
“Kita ingin semangat kebersamaan ini terus dijaga dan dikembangkan untuk memperkuat ketangguhan wilayah,” pungkas Yayan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Banjar, H Abdullah Fahtar dalam laporannya menyebutkan, kegiatan KENCANA ini merupakan tindak lanjut dari amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, khususnya dalam aspek pengurangan risiko bencana.
“Kegiatan ini merupakan upaya sistematis untuk mengembangkan kebijakan dan strategi dalam mengurangi kerentanan serta risiko bencana yang dihadapi masyarakat,” jelasnya.
Fahtar mengungkapkan, pelaksanaan kegiatan dibagi dalam dua hari, yakni Rabu dan Kamis, 22–23 Oktober 2025.
“Peserta sosialisasi terdiri dari aparat kecamatan dan desa, narasumber, serta unsur BPBD Kabupaten Banjar dengan total 120 orang,” tuturnya.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan gotong royong, kegiatan KENCANA diharapkan menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Kabupaten Banjar yang “MANIS” Maju, Mandiri, dan Agamis.









