pro1.id, MARTAPURA – Mahasiswa Program Bina Desa MKBT Universitas Lambung Mangkurat (ULM) menggelar kegiatan sosialisasi kebersihan diri dan lingkungan, sekaligus demonstrasi memasak olahan berbahan dasar ikan patin di Desa Guntung Papuyu, Kabupaten Banjar, Minggu (11/01/2026).

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari dua program studi, yakni Farmasi dan Teknologi Hasil Perikanan dari ULM, sebagai bentuk kolaborasi lintas disiplin dalam memberikan edukasi kepada masyarakat, khususnya anak-anak.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. apt. Noor Cahaya, M.Sc, menilai kegiatan tersebut menjadi sarana pembelajaran penting bagi mahasiswa sekaligus memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami senang melihat antusiasme adik-adik mahasiswa yang berasal dari dua prodi berbeda. Ini menjadi latihan berkolaborasi sekaligus bentuk pengabdian kepada masyarakat, dengan visi agar masyarakat gemar mengonsumsi ikan,” ujarnya.
Ia mengatakan, kolaborasi ini memperkenalkan manfaat ikan tidak hanya sebagai pangan, tetapi juga sebagai bahan olahan yang sehat dan bernilai gizi tinggi.

Sementara itu, Koordinator Divisi Acara, Meisarah menjelaskan, agenda utama kegiatan meliputi edukasi kebersihan diri dan lingkungan, seperti cara mencuci tangan yang benar dan memilah sampah, dilanjutkan dengan kegiatan memasak bersama.
“Masakannya tidak biasa, kami mendemonstrasikan cara membuat olahan kaki naga berbahan dasar ikan patin. Selain itu, juga ada kegiatan makan bersama,” jelasnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya kebersihan serta menumbuhkan minat untuk mengonsumsi makanan berbasis ikan.

Antusiasme juga terlihat dari para peserta. Salah satunya, Ananda Raisa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut.
“Senang ikut acara ini, pengen ada lagi. Seru masak-masak,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Adit, peserta lainnya, yang menikmati hasil olahan ikan.
“Senang banget ikut kegiatan ini, masakannya enak, saya habis delapan stik kaki naga,” katanya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa MKBT ULM berharap edukasi yang diberikan dapat memberi dampak berkelanjutan, baik dalam penerapan kebersihan sehari-hari maupun peningkatan konsumsi ikan di kalangan anak-anak.










