pro1.id, JAKARTA – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banjar dalam mengembangkan riset dan inovasi daerah kembali berbuah manis. Kali ini, Pemkab Banjar menerima penghargaan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) atas keberhasilannya mengintegrasikan hasil riset dalam pembangunan daerah.

Apresiasi tersebut diberikan dalam kategori Optimalisasi Potensi dan/atau Penyelesaian Permasalahan Daerah melalui program inovatif “Pengembangan Kawasan Kampung Papuyu dengan Budidaya Ikan Lokal (Papuyu) untuk Meningkatkan Pendapatan Pembudidaya Ikan.”
Penghargaan diserahkan oleh Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko, dan diterima langsung oleh Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al-Habsyi, di Kantor BRIN, Jakarta, Senin (27/10/2025).
“Kami bersyukur atas penghargaan ini. Ini merupakan bukti bahwa Pemkab Banjar terus berupaya menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tutur Habib Idrus usai menerima penghargaan.
Ia menyebut, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dan dukungan masyarakat yang terus berinovasi dalam menggali potensi lokal.
“Program Kampung Papuyu membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi daerah bisa menjadi solusi konkret dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar, H. Sipliansyah Hartani, menilai penghargaan dari BRIN menjadi pengakuan atas upaya daerah dalam memperkuat sektor perikanan melalui pendekatan ilmiah dan kolaboratif.
“Kami ingin Kampung Papuyu bukan sekadar program di atas kertas, tapi benar-benar menjadi gerakan nyata yang meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa Pemkab Banjar akan melanjutkan langkah serupa dengan mengembangkan inovasi Kampung Nelayan, sebagai bagian dari strategi memperkuat ekonomi lokal.
Selain Kabupaten Banjar, BRIN juga memberikan penghargaan kepada sejumlah provinsi, kabupaten, dan kota di Indonesia yang dinilai berhasil memanfaatkan riset dalam pembangunan, seperti Provinsi Jawa Tengah, Kalimantan Timur, DI Yogyakarta, Bali, serta Kabupaten Malang, Gianyar, Blitar, dan lainnya.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berinovasi dan menghadirkan solusi berbasis penelitian untuk kemajuan Banjar,” pungkas Habib Idrus.









