Mensos Pastikan Sekolah Rakyat Tepat Sasaran, Rekrutmen Peserta Didik Lewat Verifikasi Berlapis

- Penulis

Selasa, 13 Januari 2026 - 20:53 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf

Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf

pro1.id, BANJARBARU –  Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto terus menjadi fokus utama pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari kelompok masyarakat miskin dan rentan. Menteri Sosial RI, Syaifullah Yusuf, menegaskan bahwa program ini dijalankan dengan mekanisme seleksi yang sangat ketat agar benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan.

Syaifullah menjelaskan bahwa setiap unit Sekolah Rakyat dirancang untuk menampung sekitar 300 peserta didik dari berbagai jenjang, mulai dari pendidikan dasar hingga menengah. Dengan skema tersebut, kapasitas penerimaan siswa akan terus bertambah seiring peningkatan jumlah gedung yang dibangun pemerintah.

Menurutnya, pada tahun ajaran 2025–2026 jumlah siswa Sekolah Rakyat telah melampaui 15 ribu orang. Pemerintah menargetkan penambahan sekitar 30 ribu siswa pada tahun ini, sehingga total penerima manfaat mencapai lebih dari 45 ribu peserta didik.

Ia juga memaparkan rencana jangka menengah pemerintah. Apabila pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat dapat mencapai minimal 100 gedung setiap tahun, maka pada 2027 kapasitas penerimaan diproyeksikan mencapai 60 ribu siswa per tahun. Dengan konsistensi pembangunan, jumlah siswa diperkirakan terus meningkat hingga ratusan ribu dalam beberapa tahun ke depan.

Baca Juga :  Bunda PAUD Banjar Ajak Anak-Anak Cintai Budaya Lewat Dongeng Kearifan Lokal

Dalam pelaksanaannya, pembangunan fisik sekolah menjadi tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara itu, Kementerian Sosial berperan dalam menyiapkan sistem pendidikan, mulai dari penjaringan siswa, penyediaan guru dan tenaga kependidikan, hingga pembiayaan operasional.

Terkait proses penerimaan peserta didik, Syaifullah menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Calon siswa dipilih secara proaktif berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang disusun oleh Badan Pusat Statistik dan diverifikasi langsung di lapangan.

“Validasi dilakukan bersama pendamping sosial, pemerintah daerah, serta unsur pendidikan. Usulan akhir harus mendapat persetujuan kepala daerah agar prosesnya akuntabel,” jelasnya.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut diterapkan untuk menutup celah praktik titipan dan memastikan transparansi. Bahkan, kata dia, tidak ada kewenangan khusus bagi pejabat pusat untuk memasukkan siswa di luar prosedur yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Sekolah Rakyat Mulai Berjalan di Kalimantan Selatan, Akses Pendidikan Masyarakat Diperluas

Selain latar belakang ekonomi, kondisi kesehatan siswa juga menjadi perhatian. Setiap peserta didik menjalani pemeriksaan kesehatan awal, termasuk status gizi dan kebugaran, yang selanjutnya dipantau secara berkala selama mengikuti pendidikan.

Mengenai anggaran, Syaifullah menegaskan seluruh pembiayaan Sekolah Rakyat bersumber dari APBN karena program ini merupakan bagian dari kebijakan strategis nasional Presiden Prabowo.

“Program ini ditujukan bagi anak-anak yang belum sekolah, putus sekolah, atau berisiko putus sekolah. Pemerintah berkomitmen menjalankannya secara serius dan bertanggung jawab,” tutupnya.

Berita Terkait

Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 7 Meter, MDC FPIK ULM Gaungkan Nasionalisme dan Konservasi Laut di Marabatuan
Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026
Kembangkan Kreativitas Siswa, SMPN 1 Kotabaru Ubah Sampah Jadi Karya
PGRI dan Polres Banjar Perpanjang MoU, Perkuat Perlindungan Hukum Profesi Guru
PKM Prodi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM Edukasi Pembudidaya Keramba Manfaatkan Prakiraan Cuaca BMKG
Pemerintah Gelontorkan Rp58,97 Triliun untuk Percepat Pemulihan Aceh Pascabencana
Kelompok KKN Tematik ULM Hadirkan Program ASRI, Edukasi Puluhan Siswa SDN Sumber Baru Peduli Lingkungan
Prodi Teknologi Hasil Perikanan ULM Gelar PKM Internasional, Perkuat Sinergi dengan Warga Banjar di Malaysia

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 22:19 WITA

Kibarkan Merah Putih di Kedalaman 7 Meter, MDC FPIK ULM Gaungkan Nasionalisme dan Konservasi Laut di Marabatuan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:35 WITA

Peminat Teknologi Hasil Perikanan FPIK ULM Meningkat, 42 Mahasiswa Bergabung pada 2026

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:11 WITA

Kembangkan Kreativitas Siswa, SMPN 1 Kotabaru Ubah Sampah Jadi Karya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46 WITA

PGRI dan Polres Banjar Perpanjang MoU, Perkuat Perlindungan Hukum Profesi Guru

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:30 WITA

PKM Prodi Sosial Ekonomi Perikanan FPIK ULM Edukasi Pembudidaya Keramba Manfaatkan Prakiraan Cuaca BMKG

Berita Terbaru

Kabupaten Banjar

Bupati Banjar Cup E-Sport Resmi Bergulir, 24 Tim Berebut Gelar Juara

Sabtu, 22 Agu 2026 - 18:19 WITA