pro1.id, Kabupaten Banjar – Project Kewirausahaan Sociopreneur yang diselenggarakan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Lambung Mangkurat bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Banjar mendapat sambutan positif dari peserta.

Kegiatan yang berfokus pada diversifikasi olahan samu papuyu modern ini digelar di Aula Kantor Desa Karang Intan, Jumat (21/11/2025).
Salah satu peserta, Muhammad Syarif, menyampaikan apresiasi atas pelatihan yang tidak hanya memberikan sosialisasi, tetapi juga praktik langsung dalam mengolah ikan papuyu menjadi olahan samu dengan tiga varian rasa.
“Alhamdulillah, terima kasih kepada pihak ULM dan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Banjar yang telah melatih warga Desa Karang Intan dengan olahan samu papuyu modern tiga varian rasa,” ujarnya.
Syarif mengatakan, ikan papuyu merupakan komoditas yang sangat akrab di masyarakat Banjar, terutama sebagai bahan utama olahan samu. Inovasi tiga varian rasa, yakni original, ketumbar, dan pedas, dinilainya memberikan warna baru bagi kuliner lokal.
“Biasanya kita hanya tahu rasa original, paling cuma pakai garam. Hari ini ada tiga varian rasa yang dibuat oleh kelompok pengolahan bersama masyarakat, sehingga olahan lokal ini bisa naik kelas,” katanya.
Ia berharap inovasi tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas dan berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat setempat.
“Semoga ke depannya pasarnya bisa lebih luas sehingga membantu ekonomi masyarakat,” harapnya.
Terkait antusiasme masyarakat, Syarif menilai respon peserta sangat tinggi. Menurutnya, kondisi wilayah yang memiliki produksi papuyu melimpah menjadi faktor pendukung kegiatan ini.
“Antusiasnya luar biasa karena kondisinya sangat mendukung. Papuyu di sini hasil budidayanya sudah luar biasa, jadi dari budidaya itu bisa tersambung ke pengolahannya,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah konkret dalam pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal, khususnya sektor perikanan, sekaligus mendorong lahirnya produk UMKM berbasis inovasi kuliner daerah.









