pro1.id, PENAJAM – Puluhan siswa sekolah dasar di Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), diduga mengalami keracunan makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Rabu (11/2/2026).

Peristiwa tersebut terjadi di salah satu kecamatan yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Penajam, ibu kota Kabupaten PPU. Hingga berita ini ditayangkan, jumlah pasti siswa yang terdampak belum diumumkan secara resmi oleh pihak berwenang.
Dugaan awal mengarah pada makanan yang dipasok oleh satu tim Satuan Penyedia Pangan Gizi (SPPG) dalam program MBG.
Sekretaris Daerah PPU, Tohar, membenarkan adanya insiden tersebut. Ia langsung menginstruksikan Kepala Dinas Pendidikan Andi Singkeru dan Kepala Dinas Kesehatan dr. Grace Maksurat untuk segera menuju lokasi dan memastikan penanganan cepat bagi para siswa.
“Segera ke lokasi kejadian dan pastikan pertolongan bagi anak-anak di titik kesehatan terdekat,” tegas Tohar yang juga menjabat sebagai Ketua MBG PPU.
Menurutnya, langkah cepat dilakukan untuk memastikan kondisi siswa dalam keadaan aman. Berdasarkan laporan sementara, kondisi anak-anak yang terdampak sudah membaik dan tidak ada yang menjalani perawatan inap.
“Sore tadi siswa yang terdampak sudah diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan telah diamankan dan akan diperiksa oleh pihak Polres PPU. Pemeriksaan laboratorium akan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Bhayangkara Balikpapan guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
Pemerintah Kabupaten PPU disebut bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani situasi ini. Wakil Bupati PPU Abdul Waris Muin bersama istrinya Indrayani turut hadir ke lokasi untuk memastikan penanganan berjalan baik serta memberikan dukungan kepada siswa dan orang tua.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan PPU dr. Grace Maksurat saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa keterangan lebih rinci akan diberikan pada keesokan hari, mengingat dirinya masih dalam kondisi kelelahan setelah melakukan penanganan langsung di lapangan.
Hingga saat ini, penyebab pasti dugaan keracunan masih menunggu hasil uji laboratorium. Pemerintah mengimbau masyarakat tetap tenang dan menunggu hasil pemeriksaan resmi.(SUMBER KUTIP : KANDILO.COM)









