pro1.id, MARTAPURA — Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar meminta pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan situasi para mahasiswa asal Banjar yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah. Hal ini menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut akibat konflik yang melibatkan sejumlah negara.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar, Ahmad Sarwani, mengatakan saat ini terdapat puluhan mahasiswa asal Banjar yang berada di Timur Tengah, baik melalui program beasiswa pemerintah daerah maupun secara mandiri.
Ia menyebutkan, sejak tahun 2023 Pemerintah Kabupaten Banjar telah memberikan beasiswa kepada sekitar 49 mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah.
“Sekitar 49 mahasiswa penerima beasiswa saat ini sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah, sebagian besar di Mesir, khususnya di Universitas Al-Azhar, dan sebagian lainnya di Yaman,” ujarnya.
Selain penerima beasiswa tersebut, kata Sarwani, masih ada cukup banyak mahasiswa asal Banjar yang berkuliah secara mandiri di negara-negara di kawasan tersebut.
Melihat kondisi geopolitik yang tengah memanas, Dewan Pendidikan Kabupaten Banjar berharap pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan serta komunikasi dengan para mahasiswa tersebut.
Ia juga mengusulkan agar dibentuk mekanisme komunikasi terpadu agar perkembangan kondisi para pelajar Banjar di Timur Tengah dapat dipantau secara lebih terkoordinasi.
“Perlu ada satu jalur komunikasi yang jelas agar perkembangan kondisi anak-anak kita di sana bisa terus dipantau,” jelasnya.
Meski situasi di kawasan Timur Tengah sedang tidak menentu, Sarwani mengatakan hingga saat ini informasi yang diterima menunjukkan bahwa para mahasiswa asal Banjar masih dalam kondisi aman.
Namun demikian, ia menilai kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan dengan terus menjalin koordinasi dengan pihak kedutaan besar Indonesia di negara tempat para mahasiswa tersebut belajar.
“Untuk sementara mereka dalam kondisi baik, tetapi dengan situasi yang tidak menentu tentu kita harus tetap waspada dan terus memantau perkembangan di sana,” katanya.
Menurutnya, para mahasiswa tersebut merupakan generasi penerus yang diharapkan dapat kembali dan berkontribusi bagi pembangunan daerah setelah menyelesaikan pendidikan mereka.
Karena itu, perhatian terhadap keselamatan serta kondisi mereka selama menempuh pendidikan di luar negeri menjadi hal yang sangat penting bagi pemerintah daerah.









